Wajibkah
makmum menyempurnakan bacaan al-fatihah jika tertinggal oleh imam?
Jawaban: Khilaf
1. Jika makmum melakukan udzur takholluf yang jumlahnya ada sebelas, maka dia wajib menyelesaikan bacaan fatihahnya dan tidak dianggap batal apabila tertinggal 3 rukun fi'li yang panjang. Tiga rukun panjang itu adalah rukuk dan dua sujud, sedangkan i'tidal dan duduk di antara dua sujud adalah rukun yang pendek.
a. jika makmum sudah
selesai membaca fatihah sebelum imam melakukan tasyahhud awal atau berdiri
untuk rokaat selanjutnya, maka makmum tinggal melanjutkan sholatnya saja dan
sholatnya sah.
b. jika makmum belum
selesai membaca fatihah sedangkan imam sudah pada rukun yang panjang yang
keempat (berdiri atau tasyahhud awal), makmum boleh memilih antara tetap
mengikuti imam dan nanti menambahi satu rokaat setelah imam salam atau makmum
niat mufaroqoh.
c. jika makmum belum
selesai membaca fatihah sedangkan imam sudah pada rukun yang panjang yang
kelima dan dia tidak niat mufaroqoh, maka sholatnya batal.
2. Jika sebelumnya dia sibuk dengan membaca sunnah, maka dia wajib membaca fatihah sesuai kadar dia membaca bacaan sunnah, dan tidak mengapa tertinggal sampai 3 rukun fi'li. Jika dia tidak sibuk, dengan bacaan sunah, maka tidak wajib menyempurnakan fatihah.
3. Tidak wajib menyelesaikan bacaan fatihah.
Referensi:
(i'anah attholibin: Maktabah Syamilah)
(والحاصل) أن هناك
قولين - فيمن اشتغل بسنة - أحدهما: أنه يجب عليه أن يقرأ من الفاتحة بقدر ما قرأه من
السنة، واختلف فيه، فقيل أنه يعذر في تخلفه لذلك ويغتفر له ثلاثة أركان طويلة، وقيل
لا يعذر، وهو المعتمد. وثانيهما: أنه لا يلزمه أن يقرأ بقدر السنة، بل إذا ركع الإمام
ركع معه، لحديث: إذا ركع الإمام فاركعوا.فتسقط عنه الفاتحة عنه أو بقيتها، كالمسبوق
"(Walhasil)
bahwa dalam kasus ini terdapat dua pendapat mengenai makmum yang sibuk dengan
bacaan sunnah. Salah satunya: dia wajib membaca fatihah dengan kadar
bacaan sunnah yang dia baca tadi. Dan diperselihkan dalam hal ini, bahwa dia
dianggap udzur untuk tertinggal imam dan diampuni (ditolelir) baginya
tertinggal imam sampai 3 rukun fi'ly. Dan dikatakan juga bahwa dia tidak
ditolelir dan ini pendapat muktamad. Yang kedua, makmum tidak wajib
membaca fatihah dengan kadar bacaan sunnah (yang dibacanya tadi), justru ketika
imam rukuk, maka makmum ikut rukuk bersama imam. Berdasarkan satu hadits;
ketiak Imam rukuk, maka rukuk-lah kalian. Walhasil bacaan atau sisa bacaan
fatihahnya digugurkan, seperti makmum masbuq."
Referensi: Kasyifatussaja,
Fashl Syarat Qudwah.
الثالثة أنه
نسي الفاتحة حتى ركع إمامه وتذكر قبل أن يركع
Udzur
Takholluf yang ke-3. Makmum lupa membaca Fatihah, padahal imamnya telah rukuk,
dan makmum sendiri baru ingat sesaat sebelum ia rukuk.
الرابعة أنه
موافق واشتغل بسنة كدعاء افتتاح وتعوذ وكذا إذا سكت
Udzur
Takholluf yang ke-4: Makmum adalah makmum muwafik dan ia sedang disibukkan
melakukan kesunahan, seperti membaca doaiftitah, ta’awudz, atau hanya sekedar
diam.
الخامسة أنه
انتظر سكتة إمامه المسنونة بعد الفاتحة لقراءته السورة فركع عقب الفاتحة أو قرأ ما
لا يمكن المأموم معه الفاتحة
Udzur
Takholluf yang ke-5: Makmum menunggu diamnya imam yang disunahkan setelah
membaca Fatihah dan sebelum membaca Surat. Akan tetapi imam tidak melakukan
diam, melainkan ia langsung rukuk setelah membaca Fatihah atau ia membaca Surat
yang sangat pendek sehingga tidak memungkinkan bagi makmum untuk membaca
Fatihah.
Referensi: Kasyifatussaja,
Fashl Syarat Qudwah.
وإذا وجد واحد
من هذه الأمور وجب التخلف لإتمام قراءته ثم يسعى خلف إمامه على نظم صلاته ويغتفر له
تخلفه بالأركان الثلاثة الطويلة وهي الركوع والسجودان فلا يحسب منها الاعتدال ولا الجلوس
بين السجدتين لأنهما ركنان قصيران
Ketika makmum
mengalami salah satu dari 11 (sebelas) deskripsi keadaan di atas, ia wajib
takholluf dari imamnya guna menyelesaikan bacaannya. Kemudian ia meneruskan
rangkaian sholatnya sendiri setelah rangkaian sholat imamnya. Ketika makmum
berada dalam satu keadaan dari 11 (sebelas) keadaan di atas, ia boleh takholluf
tiga rukun towil (lama), yaitu rukuk dan dua sujud. I’tidal dan duduk antara
dua sujud tidak dihitung (dalam hitungan takholluf) karena mereka adalah dua
rukun qosir (sebentar).
فإن فرغ من الفاتحة
قبل أن يتلبس الإمام بالركن الرابع وهو التشهد الأخير والقيام أو ما هو على صورة الركن
وهو قعود التشهد الأول ركع وأدرك الركعة ومشى على ترتيب صلاة نفسه
Oleh karena
itu; Apabila makmum telah selesai membaca Fatihah sebelum imam menempati posisi
rukun keempat, yaitu duduk tasyahud akhir atau berdiri atau tasyahud awal, maka
ia rukuk dan mendapati rakaat, setelah itu ia meneruskan sholatnya sesuai
dengan urutan rangkaiannya
وإن أدرك الإمام
بالركن الرابع بأن وصل إمام إلى محل تجزىء فيه القراءة للقيام أو بأن جلس للتشهد قبل
أن يتم المأموم فاتحته فالمأموم مخير إن شاء تابع إمامه فيما هو فيه من القيام أو القعود
ويأتي بركعة بعد سلام إمامه كالمسبوق، وإن شاء فارقه بالنية ومضى على ترتيب صلاة نفسه
لكن المتابعة أفضل
Apabila
makmum mendapati imam yang telah menempati posisi rukun keempat, misalnya saja
imam telah sampai pada posisi berdiri yang cukup untuk membaca Fatihah sebelum
makmum menyelesaikan Fatihah-nya maka makmum diperkenankan memilih antara
mutaba’ah (mengikuti) berdirinya imam dan nanti menambahi satu rakaat setelah
salamnya imam seperti masbuq atau berniat mufaroqoh dan meneruskan sholatnya
sendiri, tetapi mutaba’ah adalah yang lebih utama.
وإن شرع الإمام
في الخامس وهو الركوع قبل أن يتم المأموم قراءته ولم ينو المفارقة بطلت صلاته
Apabila
makmum belum selesai membaca Fatihah sedangkan imam sudah mulai memasuki rukun
kelima, yaitu rukuk (bagi rakaat yang tidak memiliki tasyahud) atau berdiri
(bagi rakaat yang memiliki tasyahud awal) dan makmum sendiri tidak berniat
mufaroqoh maka sholatnya batal.
Wallahu a’lam.
[]
%20(72%20x%2010%20inci)%20(1).png)








.jpg)
