Wajib bagi
setiap mukallaf (baligh dan berakal) untuk taat kepada Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam. Taat kepada Rasulullah merupakan konsekuensi dari beriman
kepada beliau dan membenarkan risalah yang beliau bawa dari Allah Ta’ala.
Beliau tidak memerintahkan dan melarang sesuatu, kecuali atas izin/perintah
dari Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala:
وَمَآ
اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِۗ
“Kami tidak
mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. “ (Q.S.
an-Nisa’ [4]: 64)
Menaati
Rasulullah berarti melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi
larangan-larangannya. Allah Ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ
وَاَنْتُمْ تَسْمَعُوْنَ ٢
“Wahai
orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berpaling dari-Nya, padahal kamu mendengar (perintah dan larangan-Nya).” (Q.S.
al-Anfal [8]: 20)
وَاَطِيْعُوا
اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَۚ ١٣٢
“Taatilah
Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) agar kamu diberi rahmat.” (Q.S. Ali Imran [3}:
132)
قُلْ
اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا
عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَّا حُمِّلْتُمْۗ وَاِنْ تُطِيْعُوْهُ
تَهْتَدُوْاۗ وَمَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ ٥٤
Katakanlah,
“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling,
sesungguhnya kewajiban Rasul (Nabi Muhammad) hanyalah apa yang dibebankan
kepadanya dan kewajiban kamu hanyalah apa yang dibebankan kepadamu. Jika kamu
taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Kewajiban Rasul hanyalah
menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.” (Q.S. an-Nur [24]: 54)
مَنْ
يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ
عَلَيْهِمْ حَفِيْظًاۗ ٨٠
“Siapa yang menaati Rasul
(Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami
tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka.” (Q.S. an-Nisa’
[4]: 80)
وَمَنْ
يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ
عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ
وَالصّٰلِحِيْنَۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا ٦٩
“Siapa yang
menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan
dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu)
para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan
orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. an-Nisa’
[4]: 69)
لْيَحْذَرِ
الَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖٓ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ
يُصِيْبَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ٦٣
“Maka, hendaklah
orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau
ditimpa azab yang pedih.” (Q.S. an-Nur [24]: 63)
وَمَآ
اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ
وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ ٧
“Apa yang
diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah.
Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Q.S. al-Hasyr
[59]: 7)
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,
مَنْ
أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ، وَمَنْ أَطَاعَ
أَمِيْرِيْ فَقَدْ أَطَاعَنِيْ، وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِيْ فَقَدْ عَصَانِي
“Siapa yang taat
kepadaku maka sungguh dia telah taat kepada Allah. Dan siapa yang durhaka
kepadaku, sungguh dia telah durhaka kepada Allah. Barangsiapa menaati amirku maka
ia telah menaatiku. Barangsiapa mendurhakai amirku maka ia telah mendurhakaiku.”
(H.R. al-Bukhari no. 7137 dan Muslim no. 1835)
مَا
نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فأْتُوْا مِنْهُ مَا
اسْتَطَعْتُمْ
“Apa pun yang aku
larang kalian darinya maka jauhilah, dan apa pun yang aku perintahkan kepada
kalian maka kerjakanlah semampu kalian.” (H.R. al-Bukhari no. 7288 dan Muslim no.
1337)
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda,
كُلُّ
أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلَّا مَنْ أَبَى، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَنْ
يَأبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
“Setiap umatku
akan masuk surga, kecuali orang yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai
Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ Beliau menjawab, ‘Siapa
yang menaatiku maka ia masuk surga, dan siapa yang mendurhakaiku sugguh ia
telah enggan masuk surga.’” (HR. Al-Bukhari no. 7280)
Berdasarkan dalil-dalil
di atas dapat kita ketahui bahwa Allah menjadikan ketaatan kepada Rasulullah
sebagai manifestasi ketaatan kepada-Nya. Allah juga menyandingkan ketaatan
kepada Rasul dengan ketaatan kepada-Nya. Allah juga menjanjikan pahala yang
sangat besar kepada orang-orang yang menaati Rasul dan mengancam orang-orang
yang menentangnya dengan siksaan yang sangat buruk. Allah mewajibkan kita agar mengikuti
perintah Rasul dan menjauhi apa pun yang dilarangnya. Para imam rahimahumullah
ta’ala berkata, “Ketaatan kepada Rasul adalah dengan berkomitmen menjalankan
sunnahnya dan menerima dengan penuh ketundukan apa yang beliau bawa dari sisi
Tuhannya.”
Allah Ta'ala
menceritakan keadaan orang-orang kafir yang menyesal karena dahulu tidak taat
kepada Allah dan Rasul-Nya. Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan
dalam azab Jahannam, mereka berkata, "Alangkah baiknya, andaikata kami
taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". (Q.S. al-Ahzab [33]:
66) Mereka pun mengharapkan dapat menaati beliau, namun penyesalan dan
angan-angan itu tidak lagi berguna bagi mereka.
%20(72%20x%2010%20inci)%20(1).png)








