عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ,
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ
مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ ؛ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ،
مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ، مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ .
(أخرجه الترمذي 1979، وأحمد 8855)
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Ambillah pelajaran dari garis keturunanmu apa
yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hubungan kekerabatanmu; karena menjaga
hubungan kekerabatan dapat (1) menumbuhkan kasih sayang di antara keluarga, (2)
menambah kekayaan, dan (3) memperpanjang umur.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad)
Penjelasan Hadits
صِلَةُ الرَّحِمِ مِنْ أَفْضَلِ الطَّاعَاتِ الَّتِي يَتَقَرَّبُ
بِهَا الْعَبْدُ إِلَى رَبِّهِ، وَقَدْ أَمَرَ اللهُ بِهَا، وَحَذَّرَ مِنْ
قَطْعِهَا وَجَعَلَ قَطْعَهَا مُوجِبًا لِلْعَذَابِ، وَوَصْلَهَا مُوجِبًا لِلْمَثُوبَةِ.
Menjaga
hubungan kekerabatan (silaturahim) adalah salah satu amal ketaatan terbaik yang
menjadikan seorang hamba semakin dekat kepada Tuhannya. Allah telah memerintahkan
silaturahim dan memperingatkan agar tidak memutuskan hubungan kekerabatan,
menjadikan pemutusan hubungan kekerabatan sebagai penyebab azab, dan menyambung
kekerabatan sebagai penyebab pahala.
وَفِِي هَذَا الْحَدِيْثِ يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ"، أَي: مِنْ
أَسْمَاءِ آبَائِكُمْ وَأَجْدَادِكُمْ وَأَعْمَامِكُمْ وَأَخْوَالِكُمْ وَسَائِرِ
أَقَارِبِكُمْ،
Dalam hadits
ini, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Ambillah pelajaran dari garis keturunanmu,” artinya dari nama-nama
ayahmu, kakekmu, pamanmu dari jalur ayahmu, paman dari jalur ibumu, dan semua
kerabatmu,
"مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ"،
أَي: تَعَلَّمُوا الْقَدْرَ الَّذِي يُمَكِّنُكُمْ مِنَ التَّقَرُّبِ لِأَرْحَامِكُمْ
وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالْإِحْسَانِ إِلَيْهِمْ؛
“apa
yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hubungan
kekerabatanmu,” artinya pelajarilah seberapa banyak kamu dapat
semakin dekat dengan kerabatmu, berbelas kasih kepada mereka, dan berbuat baik
kepada mereka.
"فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي
الْأَهْلِ"، أَي: إِنَّهَا مَظِنَّةٌ لِلْحُبِّ وَسَبَبٌ لِلْوُدِّ بَيْنَ الْأَقَارِبِ،
“Sesungguhnya
menjaga hubungan kekerabatan menumbuhkan kasih sayang di antara
keluarga,” artinya adalah sesungguhnya silaturahim merupakan sumber
kasih sayang dan menjadi penyebab keakraban di antara kerabat,
"مَثْرَاةٌ
فِي الْمَالِ"، أَي: سَبَبٌ لِكَثْرَةِ الْمَالِ،
“menambah
kekayaan,” artinya adalah menjadi penyebab kekayaan semakin banyak
dan melimpah,
"مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ"، أَي: سَبَبٌ
لِتَأْخِيْرِ الْأَجَلِ وَمُوْجِبٌ لِزِيَادَةِ الْعُمْرِ، بِالْبَرَكَةِ فِيْهِ،
وَالتَّوْفِيْقِ لِلطَّاعَاتِ، وَعِمَارَةِ أَوْقَاتِهِ بِمَا يَنْفَعُهُ فِي الْآخِرَةِ،
وَصِيَانَتِهِ عَنِ الضَّيَاعِ فِي غَيْرِ ذَلِكَ.
“memperpanjang
umur,” artinya adalah menjadi penyebab ditundanya ajal/kematian dan
alasan untuk memperpanjang umur, dengan adanya keberkahan di dalamnya dan pertolongan
Allah dalam melakukan ketaatan, serta mengisi waktu dengan hal-hal yang
bermanfaat untuk akhirat, dan menjaganya agar tidak disia-siakan untuk hal-hal
lain yang tidak bermanfaat.[]
%20(72%20x%2010%20inci)%20(1).png)









