Golongan Ulama yang Tertipu (3) - Santri Nurbin

Hot

Thursday, February 26, 2026

Golongan Ulama yang Tertipu (3)

 


Dalam kitabnya berjudul al-Kasyfu wat-Tabyin (hlm.13-14), al-Imam al-Ghazali mengupas golongan ulama tertipu yang ketiga. Mereka adalah orang-orang yang berilmu (‘alim), juga beramal shalih dan meninggalkan kemaksiatan zhahir. Sayangnya, hati mereka kotor oleh penyakit batin. Mereka paham betul semua jenis penyakit hati. Tetapi, karena didorong rasa ‘ujub (bangga diri) dan waham kemuliaan di hadapan Tuhan, mereka merasa tidak mungkin Allah mengujinya dengan penyakit hati. Menurut mereka, penyakit hati itu hanya diujikan kepada orang-orang awam, tidak kepada orang-orang berilmu seperti mereka.

Ketika mulai terlihat ada indikasi kesombongan dan gila hormat dalam diri mereka, setan cepat-cepat membisikkan tipuannya. Kata setan, indikasi yang mulai muncul itu bukan kesombongan dan gila hormat, tetapi memang begitulah cara mereka memuliakan agama dan ilmu serta membela agama Allah.

Misalnya, seorang ustadz ketika diundang berceramah, beliau mengajukan syarat kepada panitia pengajian agar dijemput dengan mobil mewah dan berceramah di atas panggung yang megah. Dalih mereka, semua itu demi memuliakan agama dan ilmu. Apakah benar-benar demi memuliakan agama dan ilmu? Jawabnya, bisa iya, bisa juga demi menuruti gengsi pribadi.

Apakah mereka tidak mengingat sejarah perjuangan Rasulullah? Dengan fasilitas yang serba terbatas dan sama sekali tidak mewah, beliau teguh dalam berdakwah. Para sahabat Nabi juga merupakan figur-figur yang selalu rendah hati dan hidup sederhana.

Ketika ada ulama lain tersandung masalah/kasus atau ulama tersebut dicela oleh publik, mereka tidak sedih dan tidak marah. Justru mereka bersuka cita. Dalam hati mungkin bersorak gembira, “Alhamdulillah, ulama sainganku tersandung kasus. Dia akan dicela umat, sementara aku akan semakin dipuji.”

Begitu juga saat mereka mendekat kepada penguasa. Bermesraan dengan penguasa. Gemar memuji penguasa. Mereka berdalih, semua dilakukan demi kemahlahatan umat. Apakah mereka melakukan semua itu benar-benar demi kemaslahatan umat? Bisa iya, bisa juga tidak. Tanyakan kepada hati mereka!

Wallahu a’lam. []



No comments: