Santri Nurbin: Audio

Hot

Showing posts with label Audio. Show all posts
Showing posts with label Audio. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

Rekaman Pengajian

September 11, 2014 0

Koleksi Rekaman Pengajian
  

1.         KH. Maimun Zubair (1) (Sarang, Rembang) – Download
2.         KH. Maimun Zubair (2) (Sarang, Rembang) – Download
3.         KH. Ahmad Asrori al-Ishaqy (Surabaya) - Download
4.         KH. Sya’roni Ahmadi (Kudus) – Download
5.         KH. Muhammad Wafi MZ (Sarang, Rembang) – Download
6.         Habib Umar Muthohhar (Semarang) – Download
7.         Gus Baha’ (A. Bahauddin Nursalim) (Rembang) – Download
8.         KH. Achmad Chalwani Nawawi (Purworejo) – Download
9.         KH. Mustofa Bisri (Rembang) – Download
10.     KH. Abdul Wahid Zuhdi (Grobogan) – Download
11.     Habib Luthfi bin Yahya (Pekalongan) – Download
12.     KH. Hasyim Muzadi (Malang) – Download
13.     KH. Sholahuddin Munshif (Jember) – Download
14.     Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A. – Download
15.     KH. Zainuddin MZ (Jakarta) – Download
16.     Buya Yahya (Cirebon) - Download
17.     ……….
18.     ……….
19.     ……….

20.     ……….



Mencari Ilmu Itu Wajib
Beruntunglah mereka yang masih diberi waktu luang untuk mengaji. Mereka yang masih muda leluasa ke sana kemari untuk nyantri kepada ulama dan kiai. Mereka yang tidak sibuk bekerja punya banyak waktu untuk belajar dan berguru kepada para ahli.

Lantas bagaimana dengan mereka yang sudah tidak muda lagi dan tidak punya banyak waktu untuk mengaji? Apakah aktivitas thalabul ilmi (mencari ilmu) lantas berhenti begitu saja? Tidak! Mencari ilmu adalah kewajiban yang tiada henti. Selama masih bernapas dan berakal sehat, selama itu pula kita wajib thalabul 'ilmi.
 
Nah, di sela-sela aktivitas kita mencari nafkah, kumpulan rekaman pengajian di atas bisa menjadi salah satu solusi. Akan tetapi, dengan adanya rekaman tersebut, tidak berarti lantas kita berhenti mencerap ilmu langsung kepada para ulama, kiai, atau ustadz yang ahli. Sesedikit apa pun waktu yang kita miliki, berguru langsung kepada mereka tetap harus kita lakukan.

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.” (Diriwayatkan oleh Muslim dalam muqaddimah kitab Shahih-nya)

Allah Ta'ala berfirman:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات

“Allah akan mengangkat orang-orang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S. Al-Mujadilah: 11)



Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat dan Barakah

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ


“Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu, dan berilah aku karunia untuk memahaminya, dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shalih.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا طَيِّبًا، وَعِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلا مُتَقَبَّلا


“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amalan yang diterima.

اللَّهُمَّ نَفِّعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي


“Ya Allah, berikanlah manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkan kepadaku apa yang bermanfaat bagiku.

أَللَّهُمَّ إِنَّانَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسَتَجاَبُ لَهاَ

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak terkabulkan.”

                أَللَّهُمَّ لاَعِلْمَ لَناَ إِلاَّماَ عَلَّمْتَناَ فَعَلِّمْناَ مَايَنْفَعُناَ وَارْزُقْناَ عُلُوْمًا تَنْفَعُناَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَ الأ خِرَةِ

“Ya Allah, kami tidak mempunyai ilmu, kecuali apa yang Engkau ajarkan. Maka, ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaaat bagi agama, dunia, dan akhirat.”




Read More

Friday, September 5, 2014

Teruntuk Istriku

September 05, 2014 2

Kewajiban lelaki (suami/ayah) terhadap anak dan istri tidak hanya memberi nafkah berupa sandang, pangan, papan, dan uang. Lebih dari itu, lelaki berkewajiban pula mendidik dan membimbing keluarganya menuju jalan kebaikan. Barangkali kewajiban terakhir inilah yang kadang terlupakan oleh kita, para suami dan ayah. Saking sibuknya mencari uang, sampai-sampai kita tidak tergerak untuk meluangkan waktu demi membimbing keluarga. Bahkan, lebih buruk lagi jika keduanya sama-sama supersibuk sehingga rumah pun berubah fungsi menjadi sekadar penginapan; tidak ada aktivitas pendidikan, pengajaran, pendampingan, juga pembimbingan. Sayang sekali, bukan?

Hal itulah yang sempat membuat istri saya khawatir. Setiap hari suaminya harus bekerja dari pagi hingga petang sebagai buruh. Beruntung masih ada sedikit waktu untuk bercengkerama sejenak menjelang maghrib. Beruntung pula terluang waktu untuk mengajar sang buah hati seusai maghrib hingga lepas shalat Isya’. Tetapi, jika suaminya ada kegiatan di luar, semisal rapat RT, ronda, pengajian, semaan al-Qur’an, atau lainnya, waktu untuk membimbing keluarga menjadi hilang pada hari itu.

Kondisi inilah yang membuat istri saya takut sekaligus iri dan cemburu. Iri karena pada hari itu dia tidak mendapatkan kesempatan berbagi ilmu dan nasihat dengan suaminya. Cemburu karena pada hari itu suaminya bisa berbagi ilmu dan nasihat kepada orang lain, tetapi tidak kepadanya. Akhirnya, muncullah permintaan khusus dari istri saya agar saya merekam apa yang saya berikan kepada orang lain. Dengan begitu, dia bisa menyimak rekaman tersebut di rumah saat senggang. Walaupun melalui rekaman, dia tetap mendapatkan haknya untuk dididik, dibimbing, dan diberi nasihat oleh suaminya. Maafkan suamimu ini yang tidak bisa mendampingimu setiap waktu.

Istriku, demi menjaga rekaman tersebut agar tidak hilang --sehingga kelak bisa didengarkan pula oleh anak-cucu kita--, saya simpan rekaman itu dalam media daring berikut. Semoga rekaman ini bisa menggugurkan kewajibanku sebagai suami untuk berbagi nasihat denganmu. Aamiin.


Read More