Andai Jalan Menuju Allah Adalah Menjadi Tukang Sapu - Santri Nurbin

Hot

Saturday, November 7, 2026

Andai Jalan Menuju Allah Adalah Menjadi Tukang Sapu


Pada suatu hari, ketika Syekh Mulla Ramadhan al-Buthi hendak mengantarkan putranya, Muhammad Sa‘id Ramadhan al-Buthi, ke Ma‘had at-Taujih al-Islami untuk belajar kepada para guru di sana, beliau terlebih dahulu menyampaikan nasihat kepadanya.

Beliau berbicara tentang harapan-harapan besar yang digantungkan kepada putranya. Di antara pesan yang disampaikannya adalah:

 

اعْلَمْ يَا بُنَيَّ أَنَّنِي لَوْ عَرَفْتُ أَنَّ الطَّرِيقَ الْمُوصِلَ إِلَى اللهِ يَكْمُنُ فِي كَسْحِ الْقُمَامَةِ مِنَ الطُّرُقَاتِ، لَجَعَلْتُ مِنْكَ زَبَّالًا، وَلَكِنِّي نَظَرْتُ فَوَجَدْتُ أَنَّ الطَّرِيقَ الْمُوصِلَ إِلَى اللهِ هُوَ الْعِلْمُ بِهِ وَبِدِينِهِ، فَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَرَّرْتُ أَنْ أَسْلُكَ بِكَ هَذَا الطَّرِيقَ.

 

"Ketahuilah, wahai anakku! Seandainya aku mengetahui bahwa jalan yang mengantarkan seseorang kepada Allah adalah dengan menyapu sampah di jalanan, niscaya aku akan menjadikanmu seorang tukang sampah. Akan tetapi, setelah aku menimbang dan mempertimbangkannya, aku menemukan bahwa jalan yang mengantarkan seseorang kepada Allah adalah ilmu tentang-Nya dan ilmu tentang agama-Nya. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk menuntunmu menempuh jalan ini."

Nasihat tersebut bukan sekadar pesan seorang ayah yang mengantarkan anaknya ke lembaga pendidikan. Di dalamnya tersimpan pandangan hidup yang sangat mendalam tentang pendidikan dan pengabdian.

Bagi Mulla Ramadhan, kemuliaan suatu pekerjaan bukan semata-mata ditentukan oleh kedudukan sosial atau penilaian manusia. Apa pun pekerjaannya, selama menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, tentu layak ditempuh. Namun, beliau telah menemukan bahwa jalan yang hendak dipilihkan bagi putranya adalah jalan ilmu dan agama.

Karena itulah, beliau mengantarkan putranya ke pesantren, agar kelak tumbuh menjadi seorang alim yang mengenal Allah, memahami agama-Nya, dan mengabdikan hidupnya melalui ilmu.

Dan dari jalan pendidikan itulah, kelak lahir seorang ulama besar, Syekh Muhammad Sa‘id Ramadhan al-Buthi.[]


Sumber: https://naseemalsham.com/persons/muhammad_said_ramadan_al_bouti/lessons/fatwacate7


No comments: