وَأَمَّا الْعَمَلُ الصَّالِحُ فَقَدْ كَانَ
نَبِيُّنَا عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَوْفَرَ الْخَلْقِ فِيهِ.
وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ هُوَ وَصْفٌ عَامٌّ لِكُلِّ عَمَلٍ يُفِيدُ
الْعِبَادَ وَالْبِلَادَ، وَيَنْفَعُ الْمُجْتَمَعَ وَالْفَرْدَ فِي الْحَالِ
وَالِاسْتِقْبَالِ. وَقَدْ كَانَ نَبِيُّنَا عَلَيْهِ الصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ إِمَامَ الصَّالِحِينَ وَقُدْوَةَ الْهَادِينَ. مَا مِنْ عَمَلٍ
صَالِحٍ دَعَتِ الْأَنْبِيَاءُ النَّاسَ إِلَيْهِ إِلَّا وَقَدْ حَثَّ عَلَيْهِ
وَعَمِلَ بِهِ عَلَى وَجْهِهِ الْأَكْمَلِ. بَلْ وَكَثِيرٌ مِنَ الصَّالِحَاتِ الَّتِي أَغْفَلَتْهَا الْأَدْيَانُ
الْأُخْرَى، جَاءَ بِهَا الْإِسْلَامُ وَنَبِيُّهُ يُنَبِّهُ النَّاسَ إِلَيْهَا،
مِثْلَ النَّظَرِ فِي الْكَوْنِ، وَالِاسْتِدْلَالِ بِهِ عَلَى خَالِقِهِ،
وَالِاسْتِفَادَةِ بِمَا فِي الْعَالَمِ. ثُمَّ حَثَّ بَعْدَ ذَلِكَ عَلَى تَعَلُّمِ الْعُلُومِ وَالصَّنَائِعِ.
وَمَا الْقُرْآنُ الْعَظِيمُ وَالْأَحَادِيثُ الشَّرِيفَةُ إِلَّا دَائِرَةُ
مَعَارِفَ، أَوْ قَامُوسٌ شَامِلٌ لِلْأَفْكَارِ الْخَيْرِيَّةِ وَالْأَعْمَالِ
الصَّالِحَةِ. فَلْيَتَدَبَّرِ الْعَاقِلُ فِيهِمَا،
وَلْيَتَمَسَّكْ بِهِمَا، كَيْلَا يَضِلَّ وَلَا يَطْغَى.
Adapun amal saleh, Nabi kita shallallahu
‘alaihi wasallam adalah makhluk yang paling sempurna dalam hal tersebut.
Amal saleh merupakan
pengertian umum yang mencakup setiap perbuatan yang memberikan manfaat kepada
manusia dan negeri, serta mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat maupun
individu, baik dalam kehidupan sekarang maupun pada masa mendatang.
Nabi kita shallallahu ‘alaihi
wasallam adalah pemimpin orang-orang saleh dan teladan bagi orang-orang
yang memberikan petunjuk. Tidak ada suatu amal saleh yang pernah diserukan oleh
para nabi kepada manusia, melainkan beliau juga menganjurkannya dan
mengamalkannya dengan cara yang paling sempurna.
Bahkan, banyak bentuk kebajikan yang
kurang diperhatikan oleh agama-agama lain, justru dibawa dan diajarkan oleh
Islam. Nabi Islam pun (Nabi Muhammad) mengingatkan manusia tentang hal-hal
tersebut. Di antaranya adalah mengamati dan merenungkan alam semesta,
menjadikannya sebagai petunjuk untuk mengenal Penciptanya, serta mengambil
manfaat dari segala sesuatu yang terdapat di alam.
Selanjutnya, beliau juga mendorong
manusia untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan atau
bidang kerajinan. Al-Qur'an yang agung dan hadis-hadis yang mulia tidak lain
merupakan khazanah pengetahuan atau ensiklopedia yang komplit, yang memuat
gagasan-gagasan kebaikan dan berbagai amal kesalehan.
Oleh karena itu, hendaklah orang yang
berakal merenungkan kandungan keduanya dan berpegang teguh kepada keduanya,
agar tidak tersesat dan tidak melampaui batas.
وَأَمَّا زُهْدُهُ فِي الدُّنْيَا،
فَيَكْفِيكَ أَنَّهُ مَاتَ فَقِيرًا، وَلَمْ يَتْرُكْ لِوَرَثَتِهِ شَيْئًا
يُذْكَرُ. وَيَكْفِيكَ قَوْلُ زَوْجَتِهِ عَائِشَةَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهَا: «مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ مِنْ خُبْزِ الشَّعِيرِ يَوْمَيْنِ
مُتَتَابِعَيْنِ حَتَّى قُبِضَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ».
Adapun kezuhudan beliau terhadap
dunia, cukuplah bagimu untuk mengetahui bahwa beliau wafat dalam keadaan miskin
dan tidak meninggalkan sesuatu yang berarti bagi ahli warisnya. Cukuplah pula
bagimu perkataan istri beliau, Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Keluarga
Muhammad tidak pernah merasa kenyang dengan roti gandum selama dua hari
berturut-turut hingga beliau wafat.”
وَأَمَّا عَدَمُ مُبَالَاتِهِ بِالْآلَامِ
فِي سَبِيلِ الدَّعْوَةِ إِلَى اللهِ، فَيَكْفِيكَ أَنْ تَعْلَمَ أَنَّهُ عَلَيْهِ
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ يَرْبِطُ الْحَجَرَ عَلَى بَطْنِهِ لِتَخْفِيفِ
أَلَمِ الْجُوعِ، وَكَانَ يَتَحَمَّلُ الشَّتْمَ وَالضَّرْبَ وَأَنْوَاعَ الْأَذَى
مِنَ النَّاسِ، كَمَا حَدَثَ لَهُ ذَلِكَ لَمَّا هَاجَرَ إِلَى الطَّائِفِ
لِدَعْوَةِ أَهْلِهَا إِلَى الْإِسْلَامِ. فَرَدُّوا عَلَيْهِ رَدًّا قَبِيحًا، وَأَمَرُوا سُفَهَاءَهُمْ
وَصِبْيَانَهُمْ وَعَبِيدَهُمْ فَيَسُبُّونَهُ وَيَرْمُونَهُ بِالْحِجَارَةِ،
حَتَّى سَالَ الدَّمُ مِنْ عَرَاقِيبِ رِجْلَيْهِ. وَكَانَ يَمْشِي عَلَى قَدَمَيْهِ الْمَسَافَاتِ الْبَعِيدَةَ
لِلدَّعْوَةِ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَيَخْرُجُ إِلَى أَسْوَاقِ الْعَرَبِ
وَبَوَادِيهَا لِيَعْرِضَ عَلَيْهِمْ دِينَهُ. فَأَيُّ تَحَمُّلٍ لِلْآلَامِ أَعْظَمُ مِنْ هَذَا؟
Adapun sikap beliau yang tidak
menghiraukan berbagai penderitaan dalam rangka berdakwah kepada Allah, cukuplah
bagimu untuk mengetahui bahwa beliau ﷺ pernah mengikatkan batu pada
perutnya untuk mengurangi rasa sakit akibat lapar.
Beliau juga menanggung cacian,
pukulan, dan berbagai macam gangguan dari manusia. Hal itu antara lain terjadi
ketika beliau pergi ke Thaif untuk mengajak penduduknya memeluk Islam.
Mereka menanggapi beliau dengan
tanggapan yang buruk. Mereka bahkan menyuruh orang-orang bodoh, anak-anak, dan
para budak mereka untuk mencaci dan melempari beliau dengan batu, hingga darah
mengalir dari kedua tumit beliau.
Beliau juga berjalan kaki menempuh
perjalanan yang jauh demi berdakwah mengajak manusia kepada Islam. Beliau
mendatangi pasar-pasar bangsa Arab dan perkampungan-perkampungan mereka untuk
memperkenalkan agama yang beliau bawa kepada mereka. Maka, ketabahan dalam
menghadapi penderitaan seperti apakah yang lebih besar daripada semua itu? []
____________________________________________
Pelajaran Penting
1. Menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat
- Amal
saleh tidak terbatas pada persoalan ibadah ritual semata, tetapi mencakup pula
setiap perbuatan baik yang membawa kemaslahatan.
- Kita
harus berusaha memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan
lingkungan.
- Rasulullah
adalah teladan dalam menyelaraskan perkataan dengan perbuatan.
- Sebagai
pendidikan dan pendakwah, hendaknya kita tidak hanya pandai mengajak orang
lain melakukan kebaikan, tetapi kita sendiri harus memulai memperlihatkan kebaikan
dan membiasakannnya.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
- Manusia
tidak cukup hanya mengagumi keindahan alam, tetapi harus pula merenungkan
tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta dan menggali manfaat yang terkandung
di alam ciptaan-Nya.
- Menjadikan
ilmu dan keahlian sebagai sarana pengabdian dan kebermanfaatan untuk masyarakat.
- Berpegang
teguh pada Al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman nilai dan prinsip dalam
mengembangkan kehidupan.
3. Menanamkan sikap zuhud terhadap dunia
- Zuhud
bukan berarti tidak boleh memiliki harta. Seseorang boleh kaya, tetapi
hatinya tidak boleh diperbudak oleh kekayaan.
- Kesederhanaan
merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah. Beliau tidak menjadikan
kemewahan sebagai ukuran kemuliaan.
- Kekayaan
bukan tujuan utama kehidupan. Harta seharusnya menjadi sarana untuk
beribadah dan memberikan manfaat kepada sesama.
- Zuhud
harus tercermin dalam sikap hati. Bukan semata-mata dari sedikitnya harta
yang dimiliki, melainkan dari bagaimana seseorang menyikapi dunia.
- Memanfaatkan
harta yang dimiliki untuk beribadah, membantu sesama, dan melakukan
berbagai kebaikan.
- Menyadari
bahwa kemuliaan seseorang lebih ditentukan oleh iman, akhlak, dan amalnya
daripada kekayaan duniawinya.
4. Bersabar dan teguh dalam memperjuangkan kebenaran
- Dakwah
membutuhkan kesabaran. Seorang pendakwah harus siap menghadapi penolakan,
kritik, dan berbagai kesulitan.
- Jangan
menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk meninggalkan kebaikan. Selama
sesuatu itu benar dan bermanfaat, hendaknya tetap diperjuangkan dengan
cara yang tepat.
- Pengorbanan
merupakan bagian dari perjuangan. Dakwah bukan hanya membutuhkan
perkataan, tetapi juga tenaga, waktu, pikiran, dan kesungguhan.
- Penolakan
tidak harus dibalas dengan kebencian. Peristiwa Thaif memperlihatkan
bagaimana Rasulullah tetap mengedepankan kasih sayang dan harapan akan
datangnya petunjuk bagi manusia.
- Dakwah
harus dilakukan secara aktif. Rasulullah mendatangi berbagai kelompok
masyarakat untuk menyampaikan ajaran Islam.
5. Menjadikan Al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman kehidupan
- Tidak
cukup hanya membaca dan menghafalkan Al-Qur'an dan hadis, tetapi juga
harus memahami dan merenungkan kandungannya.
- Menjadikan
keduanya sebagai landasan dalam berpikir, berbicara, bersikap, dan
bertindak.
- Mengamalkan
petunjuk keduanya dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
- Berusaha
agar tidak tersesat dari kebenaran dan tidak melampaui batas dalam
menjalani kehidupan.
Jadilah pribadi yang baik lisannya, benar perilakunya, luas ilmunya, bermanfaat amalnya, sederhana hidupnya, dan kuat perjuangannya sebagaimana Rasulullah telah memberikan keteladanan kepada kita.

No comments:
Post a Comment