Tentang Kitab Nasha'ihul ‘Ibad: Isi dan Biografi - Santri Nurbin

Hot

Wednesday, September 9, 2026

Tentang Kitab Nasha'ihul ‘Ibad: Isi dan Biografi

Kitab ini berjudul Nashā’ihul ‘Ibād (نَصَائِحُ الْعِبَاد), yang berarti “Nasihat-Nasihat bagi Para Hamba”. Kitab ini disusun oleh Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani. Kitab ini merupakan karya syarah (penjelasan) atas kitab al-Munabbihāt ‘ala al-Isti’dād li Yaumi al-Ma‘ād (الْمُنَبِّهَاتُ عَلَى الِاسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ), yang berarti “Peringatan untuk Mempersiapkan Diri Menghadapi Hari Akhir” karya al-Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

 

Isi Kitab Nashā’ihul ‘Ibād

Secara umum, Nashā’ihul ‘Ibād berisi nasihat-nasihat keagamaan untuk memperbaiki kehidupan manusia, baik berhubungan dengan Allah, dengan diri sendiri, maupun dengan sesama manusia; baik aspek akidah, ibadah, akhlak, maupun tasawuf. Kitab ini dapat dipandang sebagai kitab praktis untuk memperbaiki akhlak, moral, dan mental serta menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), juga membangun karakter.

Di antara tema dalam kitab ini adalah: keimanan dan ketakwaan, keutamaan ilmu, amal saleh, bahaya maksiat, penyakit hati, zuhud terhadap dunia, mengendalikan nafsu, keutamaan sabar, keutamaan tawakal, akhlak kepada sesama, persahabatan, kematian, kehidupan akhirat, dan persiapan menghadapi hari akhir.

Ciri khas dari Nashā’ihul ‘Ibād adalah penyajiannya berupa nasihat-nasihat singkat tetapi padat makna dan sarat dengan pesan moral. Nasihat-nasihat singkat tersebut berupa hadis Nabi, perkataan para sahabat, tabi’in, maupun tabi’it tabi’in, dan perkataan para ulama ahli hikmah. 45 nasihat merupakan hadis Nabi, dan selebihnya berupa atsar para sahabat dan kalam hikmah para salafus shalih. Nasihat-nasihat singkat tersebut dijabarkan oleh Syekh Nawawi dengan penjelasan yang memadai sehingga bisa kita resapi kedalaman maknanya dan rasakan keteduhan pesan spiritualnya.

Ciri khas lainnya adalah nasihat-nasihat tersebut disusun berdasarkan jumlah unsur dalam setiap nasihat. Bāb al-Tsunā'ī (nasihat yang terdiri dari dua hal/unsur), Bāb al-Tsulātsī (tiga hal), Bāb al-Rubā‘ī (empat hal), dan seterusnya hingga Bāb al-‘Usyārī (sepuluh hal). Semakin bertambah babnya maka semakin bertambah pula unsur yang dinasihatkan.

 

Biografi Penulis Nashā’iḥul ‘Ibād

Kitab Nashā’iḥul ‘Ibād ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi bin Umar at-Tanari al-Bantani al-Jawi, yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Nawawi Banten. Nama kun-yah beliau adalah Abu Abdil Mu’thi. Beliau lahir di daerah Tanara, Serang, Banten, pada tahun 1815 M/1230 H.[1] Ayahnya bernama Kiai Umar bin ‘Arabi. Ibunya bernama Zubaedah.

Syekh Nawawi merupakan salah seorang ulama Nusantara yang sangat berpengaruh di dunia Islam, khususnya dalam tradisi keilmuan pesantren. Bidang keilmuan beliau meliputi fikih, tafsir, hadis, akidah, tasawuf, dan akhlak.

Sejak kecil Syekh Nawawi mendapatkan pendidikan agama dari keluarganya, khususnya sang ayah, yang merupakan seorang ulama dan penghulu di Tanara. Selanjutnya beliau belajar kepada ulama-ulama di Banten dan Jawa, seperti Kiai Lopang Cilik di Serang dan Mama Baing Yusuf di Purwakarta. Setelah itu, beliau melanjutkan rihlah ilmiahnya ke tanah suci Mekah dan kemudian menetap di sana. Di antara gurunya adalah Syekh Ahmad Nahrawi, Syekh Ahmad Dimyati, Syekh Ahmad Zaini Dahlan, dan sejumlah ulama Haramain lainnya. Di Mekah beliau tumbuh menjadi ulama besar yang dihormati dan mengajar banyak murid.

Beliau merupakan sosok ulama yang sangat produktif menulis. Jumlah karyanya mencapai tidak kurang dari 115 kitab, yang mencakup bidang tafsir, fikih, tauhid, tasawuf, akhlak, hadis, dan bidang-bidang keislaman lainnya. Di antara yang terkenal adalah Tafsīr Marāḥ Labīd (sering disebut juga Tafsir al-Munir), Nihāyatuz Zain Syarh Qurrati ‘Ain, Kāsyifatus Sajā Syarh Safinatun Naja, Marāqil-‘Ubūdiyyah, Syarh Tijan Durori, Uqudul Lujain, Tanqihul Qaul, dan Nashā’iḥ al-‘Ibād.

Beliau wafat pada 25 Syawal 1314 H  (1897 M) dalam usia 84 tahun, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Ma'la di Mekah.

 

Al-Munabbihāt ‘ala al-Isti’dād li Yaumi al-Ma‘ād; Isi dan Penyusunnya

Kata al-Munabbihāt (المُنَبِّهَات) berasal dari nabbaha (نَبَّهَ) yang berarti mengingatkan, menyadarkan, atau membangunkan seseorang dari kelalaian. Sementara al-Isti‘dād li Yaum al-Ma‘ād (الِاسْتِعْدَادِ لِيَوْمِ الْمَعَادِ), berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kembali (akhirat). Dari judulnya sudah bisa terka bahwa kitab ini mempunyai orientasi utama membangunkan kesadaran manusia dari kelalaian dunia dan mengarahkannya untuk mempersiapkan bekal akhirat.

Kitab ini disusun oleh al-Imam al-Hafiz Ibnu Hajar al-‘Asqalani. Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Ali bin Muhammad al-Kinani al-‘Asqalani, bergelar Abul Fadhl Syihabuddin, merupakan salah seorang imam besar dalam ilmu hadis dan sejarah. Beliau lahir di Mesir pada 773 H/1372 M dan wafat di Mesir pada 852 H/1449 M.

Adapun julukan al-‘Asqalani berkaitan dengan asal-usul leluhurnya yang dinisbatkan kepada ‘Asqalan (Ashkelon) di Palestina. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa leluhur Ibnu Hajar berasal Ashkelon, Palestina, walaupun beliau sendiri dilahirkan di Mesir.

Pada awalnya beliau memiliki minat terhadap sastra dan syair, kemudian menekuni ilmu hadis secara mendalam. Beliau melakukan perjalanan ilmiah ke berbagai wilayah, termasuk Yaman dan Hijaz, untuk belajar dan mendengar hadis dari para ulama. Berkat keluasan ilmunya, beliau menjadi salah seorang Hafizh al-Islam yang paling terkenal pada masanya. Di antara karya terkenalnya adalah Fathul Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, Bulughul Maram, al-Ishabah fi Tamyiz al-Shahabah, dan Tahdzibut Tahdzib.

Di antara kedudukan ilmiah Ibnu Hajar adalah sebagai hafizul hadits, ahli fikih mazhab Syafi'i, ahli sejarah, ahli rijalul hadis, hakim agung di Mesir, dan salah seorang ulama hadis terbesar pada zamannya.

Ibnu Hajar al-Asqalani wafat di Mesir pada 852 H/1449 M dimakamkan di kawasan Qarafah, Kairo, Mesir.[]



[1] Banyak tulisan yang menyebut beliau lahir pada 1813 M/1230 H. Akan tetapi, ketika 1230 H dikonversikan ke Masehi, didapati tahun yang muncul adalah 1814-1815, maka dalam tulisan ini saya cantumkan tahun kelahiran beliau adalah 1815 M/1230 H.

No comments: