Tiga Manfaat Silaturahim Menurut Hadis Nabi - Santri Nurbin

Hot

Monday, March 30, 2026

Tiga Manfaat Silaturahim Menurut Hadis Nabi

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ ؛ فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ، مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ، مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ .

(أخرجه الترمذي 1979، وأحمد  8855)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ambillah pelajaran dari garis keturunanmu apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hubungan kekerabatanmu; karena menjaga hubungan kekerabatan dapat (1) menumbuhkan kasih sayang di antara keluarga, (2) menambah kekayaan, dan (3) memperpanjang umur.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad)

 


Penjelasan Hadits

صِلَةُ الرَّحِمِ مِنْ أَفْضَلِ الطَّاعَاتِ الَّتِي يَتَقَرَّبُ بِهَا الْعَبْدُ إِلَى رَبِّهِ، وَقَدْ أَمَرَ اللهُ بِهَا، وَحَذَّرَ مِنْ قَطْعِهَا وَجَعَلَ قَطْعَهَا مُوجِبًا لِلْعَذَابِ، وَوَصْلَهَا مُوجِبًا لِلْمَثُوبَةِ.

Menjaga hubungan kekerabatan (silaturahim) adalah salah satu amal ketaatan terbaik yang menjadikan seorang hamba semakin dekat kepada Tuhannya. Allah telah memerintahkan silaturahim dan memperingatkan agar tidak memutuskan hubungan kekerabatan, menjadikan pemutusan hubungan kekerabatan sebagai penyebab azab, dan menyambung kekerabatan sebagai penyebab pahala.

 

وَفِِي هَذَا الْحَدِيْثِ يَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ"، أَي: مِنْ أَسْمَاءِ آبَائِكُمْ وَأَجْدَادِكُمْ وَأَعْمَامِكُمْ وَأَخْوَالِكُمْ وَسَائِرِ أَقَارِبِكُمْ،

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ambillah pelajaran dari garis keturunanmu,” artinya dari nama-nama ayahmu, kakekmu, pamanmu dari jalur ayahmu, paman dari jalur ibumu, dan semua kerabatmu,

 "مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ"، أَي: تَعَلَّمُوا الْقَدْرَ الَّذِي يُمَكِّنُكُمْ مِنَ التَّقَرُّبِ لِأَرْحَامِكُمْ وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالْإِحْسَانِ إِلَيْهِمْ؛

“apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga hubungan kekerabatanmu,” artinya pelajarilah seberapa banyak kamu dapat semakin dekat dengan kerabatmu, berbelas kasih kepada mereka, dan berbuat baik kepada mereka.

 

 "فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ"، أَي: إِنَّهَا مَظِنَّةٌ لِلْحُبِّ وَسَبَبٌ لِلْوُدِّ بَيْنَ الْأَقَارِبِ،

“Sesungguhnya menjaga hubungan kekerabatan menumbuhkan kasih sayang di antara keluarga,” artinya adalah sesungguhnya silaturahim merupakan sumber kasih sayang dan menjadi penyebab keakraban di antara kerabat,

 

 "مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ"، أَي: سَبَبٌ لِكَثْرَةِ الْمَالِ،

“menambah kekayaan,” artinya adalah menjadi penyebab kekayaan semakin banyak dan melimpah,

 

 "مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ"، أَي: سَبَبٌ لِتَأْخِيْرِ الْأَجَلِ وَمُوْجِبٌ لِزِيَادَةِ الْعُمْرِ، بِالْبَرَكَةِ فِيْهِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِلطَّاعَاتِ، وَعِمَارَةِ أَوْقَاتِهِ بِمَا يَنْفَعُهُ فِي الْآخِرَةِ، وَصِيَانَتِهِ عَنِ الضَّيَاعِ فِي غَيْرِ ذَلِكَ.

“memperpanjang umur,” artinya adalah menjadi penyebab ditundanya ajal/kematian dan alasan untuk memperpanjang umur, dengan adanya keberkahan di dalamnya dan pertolongan Allah dalam melakukan ketaatan, serta mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk akhirat, dan menjaganya agar tidak disia-siakan untuk hal-hal lain yang tidak bermanfaat.[]

 


No comments: