ads
Monday, September 15, 2014

September 15, 2014
dok. 2013

Setelah rapat tersebut, tentu semua telah clear alias tidak ada masalah lagi, kan? Harapan saya memang begitu. Tetapi, nyatanya tidak! Sekian bulan lamanya, sejak rapat RT, kegiatan yang sudah diputuskan tersebut belum juga dimulai. Melihat gelagat yang kurang baik tersebut, akhirnya atas inisiatif H. Nur Iskandar dan Hj. Siti Alfiyah, kami putuskan membuat kegiatan sendiri di luar keputusan rapat RT dan pemuda. Kegiatan tersebut berupa semaan al-Qur’an dan kajian keagamaan untuk anak-anak, remaja, dan orang tua (khususnya ibu-ibu). Acara ini kami gelar setiap malam Ahad sehabis Maghrib secara bergiliran dari satu rumah ke rumah lain. Kami telah memulainya pada Juni kemarin.

Biasanya dalam sekali pertemuan, kami hanya belajar membaca al-Qur’an sebanyak 1-2 halaman. Memang tidak banyak, karena target kami bukan banyaknya dan cepat selesainya, tetapi bagaimana mereka bisa membaca al-Qur’an dengan tartil, baik, dan benar.

Jika 1 juz telah selesai (kira-kira 10-15 pertemuan), digelarlah semaan khusus di mushalla. Semaan khusus ialah mereka menyimak, sedangkan saya membaca 1 juz secara hafalan. Oh, ya, dalam setiap akhir semaan rutin tersebut, kami berikan pula kajian atau ta’lim keagamaan untuk membekali mereka pengetahuan keagamaan serta nilai-nilai akhlak Islam. Jadi, tidak ada target muluk-muluk untuk mereka. Bagi saya, mereka bisa membaca al-Qur’an dan mau melaksanakan kewajiban serta menjauhi keharaman, itu sudah cukup. Sebagaimana ungkapan sahabat Nu’man bin Qauqal kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku melakukan shalat fardhu, puasa pada bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal (melaksanakannya dengan penuh keyakinan), mengharamkan yang haram (menjauhinya) dan aku tidak menambahkan selain itu sedikit pun, apakah aku akan masuk surga?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab:” Ya.”

Alhamdulillah, Sabtu kemarin (13/09), walaupun badan saya sedang tidak sehat, saya bisa mendampingi anak-anak, remaja, dan para ibu melaksanakan semaan khusus. Acara dimulai dengan Cerdas-Cermat Agama (CCA) untuk anak usia SD. Sehabis shalat Ashar, saya bergegas melajukan motor menuju tempat acara, yaitu Mushalla Al-Mujahadah. Sekira jam 16.00 WIB, belum ada satu pun anak yang nongol di mushalla. Akhirnya, saya cari mereka di tempat mereka biasa bermain.

“Mbak Laila, Mbak Eni, Mbak Via, dan Mbak Lia! Lupa ya kalau sekarang jadwal lomba cerdas-cermat?” ucapku mengingatkan mereka.

Mereka terkesiap menyadari kelalaian mereka. Sambil senyum-senyum malu, mereka menjawab, “Oh, iya, lupa! Tapi, kami belum mandi, Mas.”

“Kalau begitu, cepat pulang ke rumah masing-masing lalu mandi, ya. Jangan lupa teman-teman yang lain diingatkan,” kataku.

Mereka lalu menghambur ke rumah masing-masing. Sepuluh menit kemudian mereka sudah berada di mushalla. Ada 5 anak perempuan yang datang. Kami tunggu sampai pukul 16.40 WIB, belum ada tanda-tanda akan datangnya anak-anak yang lain.

“Teman-teman yang lain ke mana?” tanyaku.

“Mas Fahru tadi pergi sama Mas Khafid naik sepeda,” jawab mereka.

“Yang lainnya lagi?” cecarku.

“Mbak Icha drumband, Mas ini les, Mas itu dolan, Mbak ini nonton tivi, Mbak itu gak tahu dolan ke mana,” terang mereka.

Ya sudah, akhirnya dengan peserta seadanya lomba CCA kami gelar. Dengan dibantu oleh Mas Rizqi, yang sekarang diterima menjadi mahasiswa IST Akprind Yogyakarta, dan mbak-mbak lainnya, acara CCA berjalan lancar. CCA berakhir tepat saat adzan Maghrib berkumandang.
CCA Sabtu sore (13/09)

Seusai shalat Maghrib dilanjutkan dengan acara inti, yaitu semaan khusus 1 juz. Selain anak-anak, hadir pula sebagian remaja/pemuda dan ibu-ibu. Semua menyimak ayat demi ayat yang saya baca secara tartil dan hafalan sampai pukul 19.30 WIB. Sesudah semaan, pengajian/ta’lim, lalu tahlil, kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para juara CCA hingga pukul 20.00 WIB dan doorprize untuk mereka yang beruntung. Acara ini dipandu oleh Mbak Rina, Mbak Titik, dan Mas Rizqi. Dengan demikian, total waktu kebersamaan saya dengan anak-anak adalah 4 jam, dari pukul 16.00 sampai pukul 20.00.
Pembagian hadiah seusai semaan al-Qur'an

Tidak banyak hadiah yang bisa saya berikan kepada mereka. Hanya juz ‘amma dan buku tulis. Sebetulnya ada uang kas di majelis kami, yang dikumpulkan dari infak peserta semaan, tetapi target pertama kami bukan untuk lomba atau lainnya, melainkan untuk membeli portable sound system. Alat pengeras suara yang berbentuk mini ini sangat kami idamkan untuk melancarkan acara semaan/tadarus dan kajian setiap malam Ahad. (Ya Allah, semoga engkau wujudkan cita-cita kami ini!)
Semoga Allah memudahkan kami membeli seperti ini

Mohon doa dari sahabat narablog di mana pun berada, semoga sedikit sumbangsih saya untuk anak-anak dan remaja di kampung diterima oleh Allah Swt dan mendapat keridhaan-Nya. Semoga pula kami diberi kekuatan dan keteguhan hati untuk selalu konsisten/istiqamah dalam mendakwahkan kebaikan ini kepada masyarakat di kampung. Semoga pula anak-anak, remaja, dan masyarakat di kampung kami dijadikan oleh Allah Swt sebagai orang-orang yang shalih dan berakhlak mulia serta dijauhkan dari pengaruh negatif yang berseliweran di sekitar kami pada zaman ini. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sebagai penutup cerita, mungkin ada bagian yang sempat Anda lupakan; saat saya mendampingi anak-anak sedari sore, kondisi badan saya sebetulnya sedang tidak sehat. Badan sangat panas. Ee… ajaibnya, pas semaan al-Qur’an, sama sekali tidak saya rasakan itu. Sama sekali tidak panas. Selesai semaan dan pulang ke rumah, barulah badan kembali panas/meriang. Kata Mbah Sabdo, itu efek positif dari fokus kepada ayat-ayat al-Qur'an. ^_^

Kembali ke cerita 1 & 2
Sumber Gambar 
 

0 comments: