Ancaman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Jum’at - Santri Nurbin

Hot

Friday, October 16, 2026

Ancaman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Jum’at

 


مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مُتَوَالِيَاتٍ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ، طَبَعَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَلْبِهِ.


“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut tanpa keadaan darurat, Allah ‘azza wa jalla akan mengecap hatinya.” (as-Sunan al-Kubrā karya al-Baihaqi, 3/247, no. hadis 6200; Sunan al-Kubrā karya an-Nasa'i no. 1657; Sunan Ibnu Majah no. 1126; dan Musnad Ahmad no. 14559)

 

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ.


“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, Allah akan mengecap hatinya.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 500; Sunan Abī Dāwūd, no. 1052; Sunan an-Nasā’ī, no. 1369; Sunan Ibnu Mājah, no. 1125; Musnad Aḥmad, no. 15498; dan Ṣaḥīḥ Ibnu Khuzaimah, no. 1858)

 

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ، فَهُوَ مُنَافِقٌ.


“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali tanpa uzur, maka ia seorang munafik.” (Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān, no. 258; Ṣaḥīḥ Ibn Khuzaimah, no. 1857)

 

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا، طُبِعَ عَلَى قَلْبِهِ، وَجُعِلَ قَلْبُهُ قَلْبَ مُنَافِقٍ.


“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali, hatinya akan dicap, dan hatinya dijadikan seperti hati orang munafik.” (al-Jumu‘ah wa Faḍluhā karya Aḥmad bin ‘Alī al-Marwazī, no. 61; as-Sunnah karya Abū Bakr al-Khallāl, no. 1597)

 

مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ.


“Barang siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, Allah akan mengecap hatinya.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 500; Sunan Abī Dāwūd, no. 1052; Sunan an-Nasā’ī, no. 1369; Sunan Ibnu Mājah, no. 1125; Musnad Aḥmad, no. 15498; dan Ṣaḥīḥ Ibnu Khuzaimah, no. 1858)

 

***

Hari Jumat dan shalat Jumat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam syariat. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mengingatkan dalam Kitab-Nya tentang pentingnya shalat Jumat dan khutbahnya, kewajiban bersegera menghadirinya, serta meninggalkan segala sesuatu yang menyibukkan dan menghalangi pelaksanaannya. Nabi Muhammad juga memberikan peringatan keras dan menjelaskan hukuman bagi orang yang terus-menerus meninggalkannya.

Dalam hadis ini, Rasulullah bersabda, “Barang siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali,” maksudnya, ia tidak melaksanakannya selama tiga pekan, karena shalat Jumat dilaksanakan sekali dalam satu pekan.

“Karena meremehkannya,” maksudnya, menganggap rendah kedudukannya dan tidak memedulikannya. Ia meninggalkannya karena malas, tanpa udzur yang membolehkannya meninggalkan shalat Jumat, seperti sakit dan keadaan lain yang serupa.

“Allah mengecap hatinya,” maksudnya, Allah menutup baginya pintu-pintu kebaikan sehingga hatinya dijadikan seperti hati orang munafik. Ada pula yang mengatakan bahwa hatinya menjadi hati seorang munafik.

Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap tindakan meninggalkan shalat Jumat tanpa udzur.[]


 Referensi: https://dorar.net/hadith/sharh/116469

No comments: