مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مُتَوَالِيَاتٍ مِنْ غَيْرِ ضَرُورَةٍ،
طَبَعَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى قَلْبِهِ.
“Barang siapa meninggalkan shalat
Jumat tiga kali berturut-turut tanpa keadaan darurat, Allah ‘azza wa jalla akan
mengecap hatinya.” (as-Sunan al-Kubrā karya al-Baihaqi, 3/247, no. hadis
6200; Sunan al-Kubrā karya an-Nasa'i no. 1657; Sunan Ibnu Majah
no. 1126; dan Musnad Ahmad no. 14559)
مَنْ تَرَكَ
الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ.
“Barang
siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, Allah
akan mengecap hatinya.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 500; Sunan Abī Dāwūd,
no. 1052; Sunan an-Nasā’ī, no. 1369; Sunan Ibnu Mājah, no. 1125; Musnad
Aḥmad, no. 15498;
dan Ṣaḥīḥ Ibnu
Khuzaimah, no. 1858)
مَنْ
تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ، فَهُوَ مُنَافِقٌ.
“Barang
siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali tanpa uzur, maka ia seorang munafik.”
(Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān, no. 258; Ṣaḥīḥ Ibn
Khuzaimah, no. 1857)
مَنْ
تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثًا، طُبِعَ عَلَى قَلْبِهِ، وَجُعِلَ قَلْبُهُ قَلْبَ
مُنَافِقٍ.
“Barang
siapa meninggalkan shalat Jumat tiga kali, hatinya akan dicap, dan hatinya
dijadikan seperti hati orang munafik.” (al-Jumu‘ah wa Faḍluhā karya Aḥmad bin
‘Alī al-Marwazī, no. 61; as-Sunnah karya Abū Bakr al-Khallāl, no. 1597)
مَنْ تَرَكَ
الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا، طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ.
“Barang
siapa meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali karena meremehkannya, Allah
akan mengecap hatinya.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 500; Sunan Abī Dāwūd,
no. 1052; Sunan an-Nasā’ī, no. 1369; Sunan Ibnu Mājah, no. 1125; Musnad
Aḥmad, no. 15498;
dan Ṣaḥīḥ Ibnu
Khuzaimah, no. 1858)
***
Hari Jumat
dan shalat Jumat memiliki kedudukan yang sangat agung dalam syariat. Allah Subḥānahu wa
Ta‘ālā telah mengingatkan dalam Kitab-Nya tentang pentingnya shalat Jumat dan
khutbahnya, kewajiban bersegera menghadirinya, serta meninggalkan segala
sesuatu yang menyibukkan dan menghalangi pelaksanaannya. Nabi Muhammad juga
memberikan peringatan keras dan menjelaskan hukuman bagi orang yang
terus-menerus meninggalkannya.
Dalam
hadis ini, Rasulullah bersabda, “Barang siapa meninggalkan shalat Jumat
sebanyak tiga kali,” maksudnya, ia tidak melaksanakannya selama tiga pekan,
karena shalat Jumat dilaksanakan sekali dalam satu pekan.
“Karena
meremehkannya,” maksudnya, menganggap rendah kedudukannya dan
tidak memedulikannya. Ia meninggalkannya karena malas, tanpa udzur yang
membolehkannya meninggalkan shalat Jumat, seperti sakit dan keadaan lain yang
serupa.
“Allah
mengecap hatinya,” maksudnya, Allah menutup baginya pintu-pintu
kebaikan sehingga hatinya dijadikan seperti hati orang munafik. Ada pula yang
mengatakan bahwa hatinya menjadi hati seorang munafik.
Dalam
hadis ini terdapat peringatan keras terhadap tindakan meninggalkan shalat Jumat
tanpa udzur.[]

No comments:
Post a Comment