Berwudhulah Sebelum Tidur atau Hendak “Nambah” Lagi

Suami istri yang telah menunaikan hajat sanggama, apabila mereka hendak tidur maka disunnahkan mencuci kemaluannya terlebih dahulu lalu berwudhu. Begitu juga disunnahkan mencuci kemaluan dan berwudhu manakala mereka hendak menikmati hidangan atau makan setelah bersetubuh. Hal ini berdasarkan beberapa hadits Nabi saw.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

•    Dari Aisyah r.ha., “Sesungguhnya apabila Rasulullah saw hendak makan atau tidur, sementara beliau sedang junub maka beliau mencuci farjinya dan berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.R. Muslim no. 461)


•    Dari Ibnu Umar, bahwa Umar bertanya kepada Nabi saw, “Wahai Rasulullah, apakah seseorang boleh tidur dalam keadaan junub?” Nabi saw menjawab, “Ya, boleh, apabila dia berwudhu.” Dalam riwayat lain, Nabi saw menjawab, “Ya, boleh, dan dia berwudhu dahulu jika mau.” (H.R. Bukhari, Muslim, dan Abu ‘Awanah)

•    Dari Ammar bin Yasir r.a., bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga hal yang tidak didekati malaikat: bangkai orang kafir, laki-laki yang melumuri dirinya dengan parfum wanita, dan orang junub sampai dia berwudhu.” (H.R. Abu Dawud)

Kesunnahan berwudhu ini juga diberlakukan bagi suami istri yang ingin berhubungan intim kembali alias “nambah”, berdasarkan sabda Nabi saw, “Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya lalu ingin mengulanginya lagi, hendaklah ia berwudhu.” (H.R. Muslim)

Hadits tersebut tidak menyebut dengan jelas siapa yang dianjurkan berwudhu. Tetapi, para ulama berpendapat bahwa yang disunnahkan berwudhu adalah mereka berdua, yakni suami dan istri yang ingin mengulangi sanggama mereka. Hal ini disesuaikan dengan hadits-hadits lain yang menyebut bahwa perkara sanggama adalah perbuatan berdua, maka wudhu pun menjadi kesunnahan bagi mereka berdua.
Tag : Thaharah
Comments
16 Comments
16 Komentar untuk "Berwudhulah Sebelum Tidur atau Hendak “Nambah” Lagi"

Kalo blm tidur msh oke lah gan, kalau 'nambh lagi'?! Nambh kemana y gan, blm pny e.. Haha, jd pengen nie!

haha aku masih kecil gan. lumayan nambah wawasan :D

postingannya sangat berguna :)

Mampir baliiiiikk :)

hmmm buat 17 + jadi ilmu buat kmi yg lum merid...

hehe, makasih infonya mas irham, yang pasti sebelum tidur memang sebaiknya bersih2 dulu kan ?

Belum menikah jadi ilmu ini saya simpan buat besok kalau sudah menikah.

salam kenal! Saya follow blog ini, saya tunggu kunjungan baliknya :)

wah ilmu yang sangat bermanfaat karena IMHO ya, banyak yang tidak tahu hal seperti ini, bahkan mungkin banyak yang tidak tahu bagaimana cara mandi junub yang benar

@Drieant Kalo belum nikah, jadinya "nambahin pikiran" ya Mas. hehehe... Moga segera menyusul saudara2 lain yg sudah menikah ya. amin

@rizaaal Sekarang boleh kecil, tapi besok pada waktunya pasti akan melakoni juga. Berpahala lhoo...

@covalimawati makasih, dan alhmadulillah jika berguna/bermanfaat.

@Nhinis Terima kasih sudah berkenan mampir.

@blog kecil Walaupun belum merried, setidaknya sudah ada sedkit bekal ilmu dari artikel singkat ini ya. moga bermanfaat

@Mami Zidane makasih kembali Mami, dah berkenan mampir ke sini. Benar sekali kata Mami, Islam sangat menghargai kebersihan. Dalam kondisi apa pun harus selalu bersih. benar begitu kan Mi?

@Wury Makasih, sudah saya follow back. Ilmunya disimpan dulu buat besok ya... :-)

@choirul huda Yups, benar sekali, mas. Sekilas mungkin terlihat sepele, tapi kalau tidak dilatari dgn ilmu bisa jadi runyam juga y mas.

Back To Top