ads
Wednesday, January 4, 2012

January 04, 2012

Saudaraku yang dirahmati Allah, sungguh besar karunia yang Allah berikan kepada orang-orang yang dalam hidupnya mencurahkan perhatian untuk kebaikan sesama manusia. Mereka adalah orang-orang yang mengisi kehidupan dengan penuh makna dan akhlak terpuji. Mereka telah mampu membebaskan diri dan jiwanya dari sifat kikir, sifat yang selalu menjadikan kepentingan dirinya di atas kepentingan siapa pun.

Alkisah, ada satu keluarga yang amat gemar berinfak dan bersedekah. Tidak kurang dari sepuluh panti asuhan disantuni keluarga ini secara rutin. Bahkan, pada sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris yang mereka kelola, dibuka satu program khusus untuk memberi kesempatan kepada sebagian anak-anak kurang mampu untuk dapat belajar secara gratis.

Kebahagiaan terpancar pada wajah keluarga ini, setiap kali mereka melihat anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu dapat merasakan kebahagiaan. Salah seorang anak keluarga ini yang duduk di kelas 6 SD baru-baru ini mengkhatamkan Al-Qur’an. Ketika ibunya menanyakan, apa hadiah yang diinginkan anaknya, si anak menjawab, “Saya ingin Ibu memberi makanan kepada anak-anak yatim!”

Sebagaimana sabda Nabi saw., mereka inilah orang-orang yang dekat dengan Allah, manusia dan juga surga, serta jauh dari neraka. Sementara orang-orang kikir akan jauh dari Allah, manusia dan juga surga, serta dekat dengan neraka. Nabi juga menegaskan bahwa orang bodoh namun dermawan lebih baik di mata Allah daripada orang pintar namun kikir. Nabi memungkasi sabdanya, “Dan seburuk-seburuk penyakit adalah kikir.” (H.r. Tirmidzi)

Memberikan sesuatu tanpa harus diminta adalah karateristik seorang yang dermawan. Ia bisa merasakan apa yang dibutuhkan orang lain. Selanjutnya ia berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan memberikan apa yang ia miliki. Karena ia yakin bahwa harta yang ada padanya adalah titipan Allah. Dan, di setiap harta ada hak orang lain.

Seorang dermawan tidak akan resah karena takut kehilangan hartanya. Justru hartanya akan terjaga oleh kedermawanannya tersebut. Ia laksana kran yang mengalirkan air kepada siapa saja yang membutuhkan. Allah akan memujinya atas amalnya. Manusia akan menghormatinya terhadap usaha yang dilakukannya. Dan kelak surga akan menantinya sebagai salah satu penghuninya.

Sepenggal Kisah Inspiratif

Tujuh Dinar

Ummu Salamah, istri Rasulullah saw. bercerita, suatu hari Rasulullah masuk ke rumahku dengan muka pucat. Aku khawatir beliau sedang sakit. “Wahai Rasulullah, mengapa wajahmu pucat begini?” tanyaku.

Rasulullah menjawab, “Aku pucat begini bukan karena sakit, melainkan karena aku ingat uang tujuh dinar yang kita dapat kemarin, sampai sore ini masih berada di bawah kasur dan kita belum menginfakkannya.” (H.r. Al-Haitsami)

Aisyah berkata, suatu hari, ketika sakit Rasulullah menyuruhku bersedekah dengan uang tujuh dinar yang disimpannya di rumah. Setelah menyuruhku bersedekah, beliau lalu pingsan. Ketika sudah siuman, Rasulullah bertanya kembali, “Uang itu sudah kau sedekahkan?”

“Belum, karena aku kemarin masih sangat sibuk,” jawab Aisyah.

Rasulullah bersabda, “Mengapa bisa begitu, ambil uang itu!”

Begitu uang itu sudah di hadapannya, Rasulullah lalu bersabda, “Bagaimana menurutmu seandainya aku tiba-tiba meninggal, sementara aku mempunyai uang yang belum kusedekahkan? Uang ini tidak akan menyelamatkan Muhammad seandainya ia meninggal sekarang, sementara ia mempunyai uang yang belum disedekahkan.” (H.r. Ahmad)

Untaian Mutiara Kata

1. Budi pekerti luhur adalah sikap dermawan. Menyingkirkan duri di jalan dan seulas senyum di wajah, adalah juga kedermawanan. (Hasan Al-Basri)

2. Tidak tahukah kalian bahwa sedekah merupakan interaksi dengan Allah Yang Mahakaya dan Maha Pemurah? Jika kalian mendermakan sebiji sawi karena Allah, maka Dia akan menggantinya segunung. Jika kalian memberi setetes, maka Dia akan memberi lautan. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)

3. Apabila seseorang ingin selamat dari siksa kubur, hendaklah ia melazimkan empat perkara, yaitu menjaga shalatnya, bersedekah, membaca Al-Qur’an,
dan memperbanyakkan membaca tasbih, karena dengan memperbanyakkan membaca tasbih maka kuburnya akan tersinari dan terlapangkan. (Abu Laits As-Samarqandi)

4. Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas dari salah satu 4 sifat yang membinasakan, yaitu ia akan mati lalu hartanya diambil oleh warisnya, kemudian dibelanjakan bukan pada tempatnya, atau hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim, atau hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula, atau adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna. (Abu Bakar Ash-Shiddiq)

5. Shalat itu mengantarmu setengah jalan, puasa itu mengantarmu ke pintu kerajaan, dan sedekah itu membawamu masuk ke dalamnya. (Sahl bin Abdullah At-Tusturi)

6. Satu dirham disedekahkan ketika masa sehat dan bakhil lebih afdhal (baik) daripada seratus dirham diwasiatkan ketika akan mati. (Ibnu Mas’ud)

7. Senyum kalian kepada orang lain adalah sedekah, beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk orang lain adalah sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat adalah sedekah. (Sabda Nabi saw.)

8. Sedekah itu dapat menolak bencana. (Sabda Nabi saw.)

9. Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah. (Sabda Nabi saw.)

10.Peliharalah iman kamu dengan memperbanyakkan sedekah, bentengilah hartamu dengan mengeluarkan zakat, dan tolaklah gelombang bencana balak dengan senantiasa berdoa kepada Allah. (Ali bin Abi Thalib)

11.Menunjukkan jalan orang yang tersesat adalah sedekah. (Rasulullah saw.)
12.Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan. Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan. Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan. Tidak ada kebaikan bagi sedekah kecuali dengan niat yang ikhlas. Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan. (Al-Ahnaf bin Qais)
13.Agama dan dunia akan selalu tegak selama empat golongan berfungsi dengan baik, yaitu selama orang kaya tidak bakhil, selama para ulama mengamalkan ilmunya, selama orang bodoh tidak sombong dari sesuatu yang tidak diketahuinya, dan selama orang fakir tidak menjual akhirat mereka dengan dunia. (Ali bin Abi Thalib)

14.Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. (Sabda Nabi saw.)

15.Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari api neraka. Sedangkan orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. (Sabda Nabi saw.)

16.Orang yang bakhil laksana orang miskin yang yang tidak diberi pahala karena kemiskinannya. (Ibnul Qayyim Al-jauziyah)

17.Bohong kalau kalian mendengar nasihat dan menangis di hadapanku, tapi saat orang datang meninta uluran tangan, kalian malah membiarkannya. Itu menunjukkan bahwa tangisan kalian belum karena Allah. (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani)

0 comments: