Abu Lahab, Sang Paman yang Memusuhi Islam


Nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthallib. Sebagaimana kita tahu bahwa Abdul Muthallib adalah kakek Nabi Muhammad. Dengan demikian, Abdul ‘Uzza alias Abu Lahab adalah paman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Nama kuniyah-nya[1] adalah Abu ‘Utbah[2]. Lahab berarti bersinar atau menyala. Konon ia disebut Abu Lahab karena wajahnya sangat tampan bak sinar yang menyala. Namun, ada pula yang berpendapat, karena kelak ia akan dibakar di dalam api neraka yang menyala-nyala. Istri Abu lahab bernama Arwa binti Harb bin Umayyah, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ummu Jamil.
Saat Rasulullah lahir, Abu Lahab sangat bergembira. Saking gembiranya atas kelahiran keponakannya itu, ia bebaskan seorang budaknya bernama Tsuwaibah. Namun, saat Rasulullah diangkat menjadi nabi dan mendakwahkan Islam, Abu Lahab justru menjadi sosok terdepan yang menolaknya. Bahkan, ia dan istrinya sangat memusuhi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

تَبًّا لَكَ! أَلِهَذَا جَمَعْتَنَا؟

“Celaka kamu! Apakah untuk keperluan ini engkau mengumpulkan kami?” kata Abu Lahab manakala Rasulullah mengumpulkan pendudukan Mekah untuk mengajak mereka menyembah Allah. Tak lama kemudian turunlah firman Allah surah al-Lahab atau al-Masad, yang berisi ancaman berupa api neraka yang bergolak untuk Abu Lahab dan istrinya.
Anak-Anak Abu Lahab
1.   Utbah[3]
2.   Mu’tab
3.   Utaibah[4]
4.   Durrah
Dari keempat anak tersebut hanya Utaibah yang sampai akhir hayatnya tidak mau memeluk agama Islam.

Kematian Abu Lahab
Saat terjadi Perang Badar Abu Lahab tidak mengikutinya. Ia memilih berdiam diri di rumah dan mencari orang bayaran untuk menggantikannya berperang. Ditunjuknya al-Ashi bin Hisyam bin Mughirah dengan bayaran sebesar 4000 dirham.
Beberapa hari setelah Perang Badar Abu Lahab terserang penyakit ganas hingga akhirnya tewas. Selama tiga hari tak ada seorang pun yang mau mengurus jasad Abu Lahab hingga akhirnya membusuk dan berbau. Karena tidak tahan dengan aroma busuk yang menyebar hebat dari tubuh Abu Lahab, masyarakat kemudian menggali tanah dan memasukkan jasad Abu Lahab dengan bantuan kayu yang panjang. Dari kejauhan pula mereka lemparkan pasir, kerikil, dan batu ke dalam lubang tersebut untuk mengubur jasad Abu Lahab.
Bagaimana dengan kematian Arwa alias Ummu Jamil, istri Abu Lahab?
Saat ia membawa seikat kayu berduri —sebagaimana biasanya— untuk diletakkan di tengah jalan untuk merintangi perjalanan Nabi, ia beristirahat sejenak di atas sebongkah batu. Tiba-tiba ia terjengkang dan lehernya terbelit tali pengikat kayu yang dibawanya hingga ia pun tewas.




[1] Kuniyah adalah nama sapaan atau panggilan yang dimulai dengan kata “Abu”, “Ummu”, “Ibnu”, atau “Bintu”.
[2] Mengacu kepada nama anak pertamanya, ‘Utbah bin Abu Lahab.
[3] Utbah bin Abu Lahab menikah dengan sepupunya, Ruqayyah binti Rasulillah. Saat itu Ruqayyah belum mencapai usia 10 tahun. Ketika Muhammad diangkat sebagai nabi Ruqayyah menerima ajakan sang Ayah untuk memeluk Islam, sementara Utbah menolak. Abu Lahab lalu memaksa Utbah agar menceraikan Ruqayyah. Ruqayyah, yang saat itu belum sekalipun digauli oleh Utbah, akhirnya diceraikan. Lepas dari Utbah bin Abu Lahab, Ruqayyah lalu dinikahi oleh Utsman bin Affan. Saat itu mereka masih tinggal di Mekah, belum hijrah ke Madinah.
[4] Utaibah bin Abu Lahab menikah dengan Ummu Kultsum binti Rasulillah, adik dari Ruqayyah binti Rasulillah. Sebagaimana nasib kakaknya, Ummu Kultsum yang belum dijamah sedikit pun oleh Utaibah akhirnya dicerai. Setelah bercerai dan sang kakak, Ruqayyah, meninggal dunia, Ummu Kultsum kemudian dinikahi oleh Utsman bin Affan. Mereka menikah pada tahun 3 Hijriah.
Tag : Sejarah
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Abu Lahab, Sang Paman yang Memusuhi Islam"

Back To Top