ads
Wednesday, August 28, 2019

August 28, 2019
Beliau adalah seorang imam, hafal ratusan ribu hadits, ahli fiqih, dan ahli hadits. Nama lengkapnya Abu Zakariya Yahya bin Mari bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam an-Nawawi ad-Dimasyqi. Lahir di desa Nawa di daerah Jauran pada tahun 631 H.
Ketika imam Nawawi masih kecil, beberapa ulama besar mendapat firasat bahwa Nawawi kecil adalah sosok yang sangat cerdas dan berpotensi menjadi orang besar. Mereka lalu memanggil orang tua Nawawi dan berwasiat kepadanya agar mengarahkan putranya tersebut untuk menghafal al-Qur’an. Sejak itulah Nawawi kecil mulai menghafal al-Qur’an. Masa kecilnya banyak dihabiskan untuk membaca al-Qur’an dan menghafalnya.
Ketika berusia 19 tahun, tahun 649 H, Imam Nawawi dibawa orang tuanya ke kota Damaskus untuk belajar di madrasah ar-Rawahiah. Di madrasah tersebut Imam Nawawi berhasil menghafal kitab at-Tanbih hanya dalam waktu empat setengah bulan. Beliau mempelajari kitab al-Muhadzdzab karya Imam asy-Syairazi kepada Syaikh al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin Utsman al-Maghribi al-Maqdisi. Beliau adalah guru pertama Imam Nawawi dalam bidang ilmu fiqih.

Guru-Guru Imam Nawawi
Di antara guru Imam Nawawi adalah:
-          Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad al-Anshari
-          Syaikh Zainuddin bin Abd ad-Daim
-          Syaikh Imaduddin bin Abdul Karim al-Harastani
-          Syaikh Zainuddin Abi al-Baqa Khalid bin Yusuf al-Maqdisi an-Nabulisi
-          Syaikh Jamaluddin bin ash-Shairafi
-          Syaikh Taqiyyuddin bin al-Yasr
-          Syaikh Syamsuddin bin Abi Umar
-          Syaikh Abu Ishaq Ibrahim bin Isa al-Muradi al-Andalusi
-          Syaikh al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin Utsman al-Maghribi al-Maqdisi
-          Syaikh Syamsuddin bin Abdurrahman bin Nuh
-          Syaikh Izzuddin al-Irbili

Murid-Murid Imam Nawawi
Di antara murid Imam Nawawi adalah:
-          Syaikh al-Khathib Shadruddin Sulaiman al-Ja’fari
-          Syaikh Syihabuddin al-Ardabi
-          Syaikh Syihabuddin bin Ja’wan
-          Syaikh Alauddin al-Athar
-          Syaikh Ibnu Abi Fatah
-          Syaikh al-Mazzi

Kesungguhan Imam Nawawi
Setiap hari Imam Nawawi belajar dengan membaca 12 kitab kepada 12 guru. Dalam setiap kitab yang beliau pelajari, Imam Nawawi selalu memberi keterangan masing-masing pembahasannya, menjelaskan redaksi-redaksinya, dan menguraikan istilah-istilahnya. Beliau tidak pernah menyia-nyiakan waktu. Semuanya dihabiskan untuk mencari ilmu. Imam Nawawi selalu bersikap wara’ dan membersihkan diri dari segala keburukan. Tersebab itulah dalam waktu singkat Imam Nawawi berhasil menghafal banyak hadits dan berbagai macam disiplin ilmu.
Ada tiga rahasia keberhasilan Imam Nawawi dalam mencari ilmu:
1.     Imam Nawawi tidak sempat berkeluarga sehingga banyak waktu bagi beliau untuk belajar.
2.    Imam Nawawi berada di lingkungan yang mudah mengakses kitab-kitab para ulama.
3.    Imam Nawawi memiliki niat yang mulia dalam belajar, selalu bersikap wara’, zuhud, dan mengamalkan perbuatan-perbuatan yang baik.
Walaupun masa hidup beliau terbilang singkat, yakni hanya 45 tahun, banyak kebaikan, keberkahan, dan karya tulis ilmiah yang beliau wariskan.

Karya-Karya Imam Nawawi
Banyak sekali karya Imam Nawawi, di antaranya adalah:
-          Syarh Sahih Muslim
-          al-Irsyad
-          at-Taqrib fi Umum al-Hadits
-          Tahdzib al-Asma’ wa al-Lughat
-          al-Manasik ash-Shughra
-          al-Manasik al-Kubra
-          Minhaj ath-Thalibin
-          Bustan al-Arifin
-          Khalashah al-Ahkam fi Muhimmat as-Sunan wa Qawaid al-Islam
-          Raudlah ath-Thalibin fi Umdah al-Muftin
-          Syarh al-Muhadzab
-          Riyadl ash-Shalihin
-        Hilyah al-Abrar wa Syi’ar al-Akhyar fi Talkhish ad-Da’awat wa al-Adzkar (kitab al-Adzkar an-Nawawi)
-          at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an

Wafatnya Imam Nawawi
Imam Nawawi wafat pada malam Rabu bulan Rajab tahun 672 H, dimakamkan di kampung halamannya (Desa Nawa).
Pada Kamis, 8 Januari 2015, makam Imam Nawawi dibom oleh front militan Al-Nusra (cabang Alqaidah Suriah)

0 comments: