10 Ramadhan: Mengenang Wafat Sayyidah Khadijah al-Kubra (bag. 1)


Namanya sangat harum dan selalu dikenang oleh kaum muslimin seluruh dunia. Tidak hanya pada zamannya, tetapi sepanjang masa. Dialah Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah. Bagaimana dia berjuang dan berkorban untuk Islam, tak perlu lagi diragukan. Semua harta benda dan jiwa raga dia korbankan untuk Allah dan Rasul-Nya.
Tepat pada hari ini, 10 Ramadhan 1438 H, menjadi momentum yang istimewa bagi kita untuk mengenang kembali sosok suci dan mulia tersebut. Pada tanggal 10 Ramadhan, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah, Khadijah wafat. Dia wafat dalam usia 65 tahun. Saat itu bertepatan dengan tahun 619 M atau tahun ke-10 kenabian. Saat Khadijah wafat, Rasulullah berusia 50 tahun.

Nasab
Khadijah lahir lima belas tahun sebelum kelahiran Rasulullah atau tahun 68 Sebelum Hijrah (SH). Dia adalah seorang wanita mulia yang lahir dari ayah dan ibu yang juga mulia.
-      Ayahnya bernama Khuwailid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadhr bin Kinanah.
-      Ibunya bernama Fathimah binti Za’idah bin Asham bin Rawahah bin Hajar bin Abdu bin Ma’ish bin Amir bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadhr bin Kinanah.

Julukan
Ada banyak julukan mulia yang diberikan oleh masyarakat Mekah kepada Sayyidah Khadijah. Di antaranya adalah ash-shiddiqah (yang selalu membenarkan), al-mubarakah (yang diberkahi), ummul mukminin (ibunda orang-orang mukmin), al-mardhiyah (yang diridhai), ummuz zahra’ (ibunda [Fathimah] az-zahra), dan masih banyak lagi lainnya.
Adapun julukan bagi Khadijah yang tidak pernah lupa disebut oleh para ahli sejarah adalah ath-thahirah (perempuan suci). Dijuluki demikian karena dia tidak pernah terpengaruh oleh kesesatan orang-orang jahiliyah, walaupun dia mengalami hidup pada zaman jahiliyah..

Suami
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid telah menikah dengan dua orang laki-laki. Ketika menjanda untuk yang kedua kali, barulah Khadijah menikah dengan Rasulullah.
Kedua suami Khadijah sebelum Rasulullah adalah:
1.   Atiq bin A’idz al-Makhzumi.
Dari pernikahan ini lahirlah seorang anak perempuan bernama Jariyah alias Hindun binti Atiq. Hindun binti Atiq lalu menikah dengan Shaifi bin Umayah bin A’idz, yang kemudian lahirlah putra bernama Muhammad bin Shaifi.
2.   Abu Halah at-Tamimi Malik bin an-Nabbasy.
Setelah Atiq bin A’idz wafat, Khadijah menikah dengan Abu Halah. Dari pernikahannya dengan Abu Halah lahirlah tiga orang anak, yaitu Hindun (laki-laki), Halah, dan Thahir.
Namun, ada pula ahli sejarah yang menyebut bahwa suami pertama Khadijah adalah Abu Halal, sementara Atiq bin A’idz adalah suami kedua.
Setelah Rasulullah diangkat sebagai nabi, keempat anak tersebut memeluk Islam. Bahkan, para ulama mencatatkan nama mereka dalam daftar para sahabat Rasulullah shallallahu álaihi wasallam.

Bersambung...


Tag : Sejarah
Comments
2 Comments
2 Komentar untuk "10 Ramadhan: Mengenang Wafat Sayyidah Khadijah al-Kubra (bag. 1)"

Ass wbr.lulo tenggo sambungane yai
nyuwun sewu nderek nyecep ilmune yai

InsyaAllah jika ada waktu luang, saya lanjutkan, Mas.
Doakan semoga sehat terus nggih :)

Back To Top