Mengatur Jadwal Tidur Selama Ramadhan

Jam istirahat di ruang I
Disadari atau tidak, selama Ramadhan pasti ada perubahan pola tidur kita. Entah sedikit atau banyak, perubahan itu pasti terjadi. Beruntung manusia dikaruniai kemampuan untuk beradaptasi sehingga dia bisa menyesuaikan diri dengan segala perubahan di sekitarnya.

Bagi mereka yang tidak berstatus sebagai pegawai atau karyawan tentu leluasa mau tidur kapan saja. Berbeda dengan mereka yang berstatus sebagai pegawai atau karyawan, tentu tidak bisa tidur semaunya. Pasalnya, ada jam aktif untuk bekerja yang harus dipatuhi.

Saya termasuk orang yang harus mematuhi aturan itu. Selama tujuh jam harus terjaga untuk menunaikan amanah sebagai pekerja. Perlu Sobat Blogger ketahui, jam kerja saya adalah mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB, dengan istirahat siang selama satu jam (12.00 WIB – 13.00 WIB).

Itu jam kerja khusus bulan Ramadhan. Sementara jam kerja pada bulan-bulan selain Ramadhan dimulai pukul 07.30 WIB sampai 17.00 WIB (5 hari kerja), dengan jam istirahat yang sama, yaitu pukul 12.00 WIB – 13.00 WIB.

Untuk menyiasati agar tidak tidur pada jam kerja (walaupun kadang dengan menahan kantuk), saya atur jadwal aktivitas selama Ramadhan sebagai berikut.

Jadwal Tidur Selama Ramadhan
No.
Pukul (WIB)
Keterangan
Lama Waktu
1
23.00 – 03.30
Di luar Ramadhan, saya biasanya tidur pukul 00.00 atau 01.00 WIB sampai menjelang Subuh.

4,5 jam
2
06.00 – 07.00
Sebetulnya kurang baik tidur pada waktu pagi.
Akan tetapi, dengan pertimbangan: (1) daripada tidur sebelum Subuh dan setelah Subuh, serta (2) daripada tidur pada jam kerja, saya putuskan tidur pada jam tersebut dan bangaun 30 menit sebelum berangkat kerja.
Jadwal tidur ini kadang tidak berlaku jika malamnya bisa tidur lebih awal, sebelum jam 23.00 WIB.
1 jam
3
12.00 – 12.50
Tidur di kantor, memanfaatkan waktu/jam istirahat siang.

50 menit
Total Waktu Tidur
6 jam 20 menit

Ternyata total waktu tidur saya dalam sehari tidak lebih dari 8 jam. Persis seperti kata al-Imam al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, bahwa lama waktu tidur umat Islam hendaklah tidak lebih dari 8 jam dalam sehari. Semakin lama waktu tidur kita maka semakin berat bagi kita untuk melakukan kebaikan.
 
Jam istirahat di ruang II
Jika ditulis secara rinci, jadwal aktivitas saya selama sehari semalam dalam bulan Ramadhan adalah sebagai berikut.

Jadwal Aktivitas 24 Jam Selama Ramadhan
No.
Pukul (WIB)
Aktivitas
Keterangan
1
23.00 – 03.30
Tidur malam


2
03.30 – 06.00
·      Bangun malam
·      Sahur
·      Shalat Subuh
·      Baca al-Qur’an
·      Dan aktivitas-aktivitas lain

·         Istri biasanya bangun lebih dulu. Ditambah dibangunkan oleh alarm.
·         Biasanya sahur pukul 04.00 WIB, atau bahkan lebih.
·         Jika tidak ada jadwal ceramah di desa lain, shalat Subuh di mushalla yang baru dibangun di dekat rumah.
·         Baca al-Qur’an minimal ½ juz.

3
06.00 – 07.00
Tidur pagi
Jika malam bisa tidur sebelum pukul 23.00 WIB, jadwal tidur pagi ini tidak berlaku. Diganti jalan-jalan bersama anak-istri.

4
07.00 – 07.30
Persiapan kerja

5
07.30 – 08.00
Perjalanan ke tempat kerja
Jika lalu lintas cukup padat, biasanya butuh waktu 40 menit untuk sampai di tempat kerja.
6
08.00 – 12.00
Jam kerja I
Menjemput rezeki untuk menafkahi anak-istri. J
7
12.00 - 13.00
·      Tidur siang
·      Shalat Zhuhur
Tidur di lantai. Tidak kotor kok. Soalnya semua sandal dan sepatu wajib di lepas di luar tempat kerja.
8
13.00 – 16.00
Jam kerja II
Cari duit lagi untuk anak dan istri.
9
16.00 – 16.45
Baca al-Qur’an
·         Pada jam ini, biasanya tinggal saya sendiri di ruang kerja. Ada juga beberapa orang, tapi di lantai bawah. 99% karyawan lainnya sudah pulang.
·         Baca al-Qur’an 1 juz.
·         Jika ada jadwal ceramah menjelang buka, pukul 16.00 WIB langsung pulang.
10
16.45 – 17.15
Perjalanan pulang

11
17.15 – 18.45
·      Menjelang buka puasa
·      Buka puasa
·      Shalat Maghrib
·      Mengajar si Kakak dan Adik baca Iqra’

12
18.45 – 20.30
·      Shalat Isya’
·      Shalat Tarawih
·      Shalat Witir
·      Menyampaikan materi kajian tentang puasa, dll.

Tempatnya berpindah-pindah sesuai jadwal.
13
20.30 – 21.00
Bermain dengan si Kakak dan Adik

14
21.00 – 23.00
·      Belajar/muthala’ah
·      Fesbukan
·      Ngeblog
·      dll


Jam istirahat di ruang III (sortir dan quality control)

Sobat Blogger tentu punya jadwal tersendiri yang berbeda dengan saya. Wajar, karena setiap orang pasti punya aktivitas yang berbeda-beda dan dihadapkan pada kondisi yang tidak serupa.

Yang penting, mumpung Ramadhan, mari kita perbanyak amal kebaikan, kita minimalisasi keburukan, dan kita kurangi tidur yang berlebihan. Jangan tidur lebih dari 8 jam dalam sehari.


Semoga Ramadhan kita pada tahun ini diberkahi dan diridhai Allah Ta’ala. Aamiin...
Tag : Puasa
Comments
22 Comments
22 Komentar untuk "Mengatur Jadwal Tidur Selama Ramadhan"

Waduh malem juga tidurnya kang, saya mah jam 22.00 uda tepar hehee semoga sehat sll kang

Iya, 1 jam lebih malam daripada Mbak Herva, ya... :) Tapi, saya bangun rada mepet imsak kok. :)
Terima kasih doanya, ya... Doa yang sama untuk Mbak Herva.

Waduh kasihan banget tuh kang tidur pada bertebaran dimana2 :) Saya khawatir tidurnya nendang atau gerak-gerak menjadikannya tertimpa dus atau buku :)
Jadwal tidur kang Irham cukup ekstrem juga ya :) hihi lengkap dengan keterangannya :) Saya juga bekerja disini mulai 07:30 - 16:30 kang namun di bagi dalam dua ship dalam 1 bulan

Waduh kang irham ini ternyata orangnya sibuk juga ya, kalau saya mah alhamdulillah kang tidak terlalu sibuk karena masih mudah dan belum menikah jadi belum ada beban dan tanggung jawab jadi masih masa muda gituh kang.

Tapi walaupun demikian kalau tidur saya sama kang tidak begitu cukup kadang waktu tidur saya jam 11-12 malam tapi kalau sudah tidak ada kegiatan lagi paling jam 10 sampai makann sahur itupun sudah paling mantapnya kang.

Untuk urusan tidur, mereka sudah pada lihai, Mas. Hehehe... Jadinya aman, gak bakal nendang ke sana ke sini seperti jago kung fu. :)
Semoga kita senantiasa dikaruniai kesehatan, ya, Mas.

Ayooo, Kang Nurul, buruan ke KUA. hehe...

Berarti jam tidur kita tidak jauh berbeda, ya, Kang Nurul..

Betul juga kang jadi aktivitas kita optimal dan maksimal.

Kalau kurang tidur kan kurang baik juga buat kita.

Sangat rinci dan detail sekali sangat menginspirasi buat saya.

Sekarang masih aktif nulis buku ga pak?

wah enak ya om ad lantai bersih buat tepar..hehe
byk bget ya kegiatan om irham. wih kerennya. bisa membagi waktu untuk kerja, istirahat, anak dan keluarga, bahkan ibadah gak ketinggalan apalgi bersilaturahmi dgn sesama muslim melalui ceramah.. :)

hahaha... pada tepar semua

ITU TIDURNYA DI LANTAI APA NGGAK MASUK ANGIN YAH!

apa nggak tersiksa mas jam kerja seperti itu.... apalagi rutin dilakukan tiap hari... :D

mlm bgt ust tidurnya,aduhhh klo sy mah ga kuat tdr mlm2,plg tarawih langsung KO!soalnya pagi siang sampe sore ga bisa tidur,maklum digangguin anak mulu,heee... smg ust slalu diberikan kesehatan,aamiin

Tidur maksimal 8 jam sehari, Mas.
Alhamdulillah, masih aktif bergelut dengan buku. :)

Iya, Hayy... lantainya bersih dan suci. :)
Mengatur waktu agar bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat itu sudah jadi kewajiban kita semua, Hayy. Dirimu pun pasti merasakan itu.

Tidak semua, Mas. Tapi sebagian. Yang lain pulang ke rumah masing2.

Tidak ada kata tersiksa bagi orang yang suka dan jatuh cinta, Mas.

Istri saya tidurnya juga lebih awal. Tapi, bangunnya juga lebih awal dari saya. Maklum, dia nyiapin menu sahur dulu. :)
Terima kasih doanya, ya, Aira.. :)

Waa...pating dlosor diantara cpu... *ciri khas kantoran non-formal. Dulu saya dimedia, dan beberapa divisi (kameramen+teknik) situasinya ndak jauh beda.

Betul... betul.. betul... :)
Itu masih mending, Mbakyu. Saya pernah lihat di penerbit lain malah ada yang bawa kasur lipat sama tikar . :)) Jadinya kayak kos-kosan :D

selama Ramadan jadwal tidur saya lebih teratur karena menyalakan alarm pada jam2 tertentu, tinggal membiasakan diri aja pak...

Betul, Kang. Saya pun merasakan demikian. :)

Back To Top