
Manakala diperdengarkan lagu itu, si kecil Ewa selalu menirukannya sebisanya, walaupun saya yakin bahwa 90% bait yang ia
ucapkan adalah salah. Hehe... Namanya juga anak-anak sehingga asbun (asal
bunyi) saja. J Karena itulah saya tergerak mencarikan
lirik yang benar untuknya. Setelah searching ke sana kemari, akhirnya saya
temukan lirik berikut.
Untuk memahami maksudnya, saya
sertakan pula terjemahan bebasnya, walaupun tentu tidak sempurna. Bahkan, karena
ketumpulan akal saya, beberapa bait sulit sekali saya terjemahkan. Semoga Anda
berkenan membantu membenahi dan menyempurnakannya.
***
#
مَوْلَايَ
قَدْ نَامَتْ عُيُوْن وَتَيَقَّظَتْ أَيْضاً عُيُوْن
نَامَتْ
عُيُوْنُ الْخَائِنِيْن وَعَيْنُ نَجْمِكَ لَا تَخُوْن 2x
Duhai Tuanku, banyak mata telah terpejam,
sementara mata lainnya telah
terbangun.
Mata para pengkhianat (orang-orang
yang melanggar amanah) telah tidur,
tetapi mata bintang-Mu tidak akan
pernah tidak jujur.
تَرْنُوْ
إِلَيْنَا وَهِيَ سَاهِيَةٌ عَنِ الدُّنْيَا الْخَؤُوْن
أَتُرَاهُ
أَذْهَلَهَا جَلَالُ اللهِ أَمْ مَرُّ الْقُرُوْن 2x
Bintang itu menatap lekat ke arah kami,
ia cemooh dunia yang kerap tak dapat
dipercaya.
Menurutmu, apakah keagungan Allah ataukah
berlalunya abad yang menjadikan dunia begitu menakjubkan?
Kembali ke #
أَمْ
أَنَّ مَنْ فَوْقَ الثَّرَى لَا يَسْمَعُوْنَ وَلَا يَعُوْن
Ataukah mereka yang berada di atas bumi
tidak mendengar dan memperhatikan?
Celakalah diriku! Tidakkah tampak bahwa
diriku berjalan seperti orang yang dibelenggu dalam bui?
Kembali ke #
2 comments:
Nice share, bisa saya coba untuk anak saya...
Iya, Mas, terima kasih.
Post a Comment