Muqaddimah

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Saudara-saudaraku, umumnya kaum muslimin dan khususnya para ahli Qur’an, setelah saya lakukan penelitian, saya dapati kesimpulan bahwa sampai saat ini masih banyak orang yang lupa atau bahkan sama sekali belum paham beragam bacaan rumit dalam al-Qur’an. Melihat kondisi ini, saya tergerak dan terdorong untuk menyusun suatu kitab/buku yang ringkas berisi beragam bacaan rumit dalam al-Qur’an yang harus diketahui oleh para pembaca al-Qur’an.

Atas dasar itulah, saya menilai bahwa kitab/buku kecil ini sangat dibutuhkan oleh para guru ngaji (ustadz-ustadzah), para imam masjid dan mushalla, para muballigh, para pembaca al-Qur’an, terlebih lagi para qari’ dan penghafal al-Qur’an yang biasa melantunkan ayat-ayat al-Qur’an di mimbar terbuka. Semoga mereka berkenan mengkaji dan mengamalkan isi buku kecil ini.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala melimpahkan kemanfaatan dan keberkahan terhadap buku kecil ini, serta menghapus kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu.

Apabila Saudara menemukan kekeliruan dalam buku kecil ini, baik yang saya sengaja maupun tidak, saya berharap Saudara mau mengingatkan dan meluruskan saya. Demikian, dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Penyusun
Abdullah Umar bin Baidhawi al-Qudsy

Kembali ke DAFTAR ISI (Risalatul Qurra' wal-Huffazh)

Catatan saya:
Sekali lagi, saya masih memendam tanda tanya terhadap kitab Risalatul Qurra' wal-Huffazh ini; disusun atau dicetak pada tahun berapa. Pasalnya, mulai sampul depan sampai sampul belakang tidak saya temukan satu pun angka yang menunjukkan tahun penyusunan atau pencetakannya. Begitu pula dalam halaman muqaddimah tidak tertera satu angka pun di sana. Terlepas dari misteri tersebut, kitab kecil ini sungguh sangat bermanfaat. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah bagi penyusun dan siapa saja yang terlibat dalam penerbitannya. Aamiin

Comments
2 Comments
2 Komentar untuk "Muqaddimah"

itulah ciri khas produk ulama lokal tempo dulu, Mas Ustadz, kebanyakan tanpa dibubuhi tarikh, setidaknya buat kesejarahannya. mungkin waktu itu mikirnya yang penting keberkahan isinya. banyak kitab masa kecilku waktu ngaji juga setelah dewasa aku buka tanpa tahun kejelasan pembuatannya. toh, abadi dipakai sampai sekarang. ^_^

Benar sekali, Mas. Pada masa dulu tidak sedikit yang tidak bertarikh. Tetapi, banyak pula yang dibubuhi tahun pembuatannya. Alhamdulillah dan ajib sekali, semua karya mereka bermanfaat dan berkah sampai detik ini.

Back To Top