Belajar Ikhlas


Dalam segala niat, selalu saja dipungkasi dengan LILLAHI TA'ALA; ikhlas semata-mata karena Allah ta'ala. Semua amal, agar menuai keridhaan Allah, juga harus dilakukan secara ikhlas semata-mata karena-Nya.

Ya, ikhlas menjadi kata kunci yang begitu mudah mengalir di lisan setiap kita. Tetapi, ketika lisan kita mengucap ikhlas, bisa jadi hati kita bertolak belakang. Hati kita tidak ikhlas. Hati kita merasa ujub, riya', sum'ah, pamer, sombong, biar dipuji, dan seterusnya.

Wah, ternyata ikhlas itu sangat amat berat sekali ya penerapannya? Kalau begitu, sampai lebaran monyet pun kagak bakalan bisa donk ane jadi orang yang ikhlas.

Ikhlas itu memang tidak ringan. Tetapi, ia bisa muncul dan kuat jika terus dilatih. Caranya sangat mudah! Yakni, kita harus terus berlatih membuang sifat ananiyah yang kerap kali bercokol dalam hati kita.

Apa itu ananiyah?

Ananiyah berasal dari bahasa Arab ana, yang berarti ‘aku’. Jadi, ananiyah berarti ‘keakuan’. Sifat ananiyah ini biasa disebut egoistis, yaitu mementingkan diri sendiri, menonjolkan diri sendiri, dan memamerkan diri sendiri. Ketika kita sering mengobral ucapan atau menebar bualan dengan berulang kali menyebut kata "aku" dan sepadannya, saat itulah sebetulnya kita sedang diintai oleh virus ananiyah. Tinggal bagaimana hati kita berperang melawan virus itu; apakah keakuan kita yang lebih dominan ataukah ke-Allah-an yang menstabilkan hati kita.

Dengan berlatih membuang kata "aku" dari dalam hati, insya Allah lambat laun kita akan terbiasa menapaki tangga keikhlasan. Sejak itulah kita berlatih membuang kata-kata berikut:
- Ini kekayaanku.
- Ini Prestasiku.
- Aku yang mengajar anak-anak hebat itu.
- Aku yang mengajari mereka membaca al-Qur'an.
- Karena akulah mereka sekarang sukses seperti itu.
- dan sebagainya.

Lalu mengganti kata-kata itu menjadi:
- Ini kekayaan titipan Tuhan.
- Ini Prestasi pemberian Tuhan.
- Tuhanlah yang membuat anak-anak itu menjadi hebat seperti sekarang.
- Tuhanlah yang membuat mereka pandai membaca al-Qur'an.
- Karena anugerah Tuhanlah mereka sekarang sukses seperti itu.
- dan sebagainya.

Ketika kita begitu suka dan bangga dengan keakuan kita, marilah kita bertanya kepada diri sendiri, "Siapa sih aku sehingga harus merasa hebatdi bumi ini?"

Aku senyatanya hanyalah makhluk yang lemah dan tidak sempurna, yang diciptakan Allah yang Mahasempurna dari benda yang sangat menjijikkan. Aku senyatanya bukanlah orang yang paling pandai, paling hebat, paling kaya, paling cakep, paling shalih, paling dermawan, paling alim, dan seterusnya. Karena, segala yang serba paling dan serba-maha tanpa ada yang menandinginya hanyala Allah SWT. 


Tag : Hikmah
Comments
2 Comments
2 Komentar untuk "Belajar Ikhlas"

hemm.. keren, ganti kata aku jadi milik tuhan :D

Akan selalu belajar IKHLAS

Back To Top