Salah Pengertian = Salah Definisi ?

Pertandingan sepak bola antara Persebaya (Surabaya) melawan Persijap (Jepara) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya. Tendangan kaki si mungil, Taufiq, dari jarak jauh benar-benar dahsyat sehingga penjaga gawang Persijap tak kuasa membendungnya.

“Goooollllll…!” teriakku gembira.

Istriku yang menemaniku menonton siaran langsung pertandingan itu hanya bisa tersenyum melihat tingkah polahku. Mungkin aksi selebrasiku atas gol indah Taufik terlihat konyol di matanya. Hehehe… Ah, biarlah. Yang penting bisa menghilangkan penatku setelah seharian bekerja.

Jika Anda ikut menyaksikan pertandingan tadi malam, sebetulnya Persebaya berkali-kali berhasil menciptakan peluang terjadinya gol. Namun sayang peluang-peluang itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga terbuang percuma. Salah satunya adalah saat Amaral memberikan umpan dari jarak jauh menuju sisi kanan gawang. Pertahanan Persijap saat itu benar-benar kosong, namun sayang Andik Virmansyah yang diberi umpan justru berlari ke arah kiri. Sontak sang komentator dari stasiun tivi “blablabla” meluncurkan komentar kekecewaannya, “Wah, sayang sekali, terjadi SALAH PENGERTIAN!”

Mendengar komentar kekecewaan itu, aku tergelitik oleh kata yang terakhir, yaitu pengertian. Bukankah “pengertian” itu sinonim dari kata “definisi? Maka aku pun berseloroh kepada istri , “Wah, sayang sekali, terjadi SALAH DEFINISI.”

Seketika istriku tertawa mendengarnya.
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Salah Pengertian = Salah Definisi ?"

Back To Top