Kisah Rama dan Arimba

Rama dan Arimba, mereka telah bersahabat sejak lama. Saling memahami, menghormati, dan menghargai, juga saling menolong, itulah yang terbentuk secara kuat dalam persahabatan mereka.

Namun, sebagai manusia biasa, kadang terjadi peristiwa-peristiwa kecil yang tidak mengenakkan. Seperti yang terjadi hari itu, saat mereka sedang asyik bermain di pantai. Mulanya mereka tertawa riang dan bersenda gurau. Tapi, entah karena apa, tiba-tiba Rama marah lalu memukul kepala Arimba. Arimba diam tanpa memberikan sedikit pun perlawanan dan balasan. Karena dia sadar, ada keterlepasan gurauannya yang sehingga menyinggung perasaan sahabatnya. Arimba lalu meraih sepotong kayu untuk menuliskan sesuatu di atas pasir pantai.

“SAHABATKU TELAH MEMUKULKU” begitu tulisnya.

Pada hari yang lain, mereka bermain di kebun kelapa. Mereka bermain riang di sana hingga terdengar riuh oleh canda dan tawa mereka. Tiba-tiba, beberapa buah kelapa tua lepas dari tangkainya lalu jatuh. Beruntung, Rama segera menyambar tubuh Arimba sehingga ia tidak tertimpa buah itu.

“Terima kasih, Rama, sahabatku, engkau telah menyelamatkan aku,” ucap Arimba.

Esok harinya, ketika mereka kembali bertemu, Arimba menghadiahkan sebongkah batu kepada Rama. Di sana terpahat tulisan: SAHABATKU TELAH MENOLONGKU.”

Batu itu membuat Rama terharu. “Me­ngapa dulu ketika aku memukulmu, kamu hanya me­nuliskannya di atas pasir? Tetapi, ketika aku menolong­mu, kamu memahatkannya di atas batu?” tanya Rama.

“Keburukan yang tertulis di atas pasir mudah lenyap tersapu ombak sehingga aku tidak lagi mengingatnya. Sementara kebaikan yang terpahat di atas batu itu akan tetap ada di sana.  sehingga aku tidak mudah melupakannya. Bukankah guru kita telah mengajarkan agar kita lebih kuat mengingat kebaikan orang lain daripada keburuk­annya?

***
Jangan sampai kita mengabaikan seribu kebaikan orang lain hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan.

***

Tag : Hikmah
Comments
24 Comments
24 Komentar untuk "Kisah Rama dan Arimba"

ceritanya bagus, inspiratif. :D saya sudah join, mampir ke Blog saya ya :)

@Teguh Kurnaen Terima kasih, Mas, atas apresiasinya. Alhamdulillah, saya sudha berkunjung dan follow di Ur nice blog. salam persaudaraan

ooohhhh.....mengena sekali mas irham.
Jaman sekarang cuma keburukan yang diumbar-yang dipublikasikan,sementara kebaikan mereka kubur dalam dalam...

@de hoppus Begitulah, mas. Saking hobbynya kita mengingat atau bahkan mengumbar keburukan orang lain sampai lupa pada keburukan diri sendiri. Lupa berintrospeksi.

sederha gan, tapi pesan moralnya kena. jangan mengingat keburukan orang, ingatlah kebaikan orang. bukan begitu.?

sungguh kisah yang sangat inspiratif..di masa sekarang..lebih dominan mengingat keburukan orang daripada kebaikan-nya..astagfirullah

wah betul bgt ya.. mestinya kita seperti itu..

kok terharu ya? saya jadi inget sahabat saya. :'D semoga ada orang yang dapat mengingat kebaikan saya daripada keburukan saya. ;)

setuju, yang baik-baik saja kita ingat selamanya dan yang buruk kita buang selamanya, trims artikelnya bisa mengingatkan untuk hidup sehari-hari

kesenangan yang kita alami, ukirlah diatas batu, agar kita selalu bersyukur terhadap yang memberi kesenangan itu, terutama kepada Allah SWT...

@cerita anak kost Yups, benar sekali, Sobat. makasih kunjungannya yg kesekian kalinya ya...

@BlogS of Hariyanto Jadi bahan renungan dan introspeksi kita semua, Kawan. Khususnya saya pribadi.

@covalimawati siPPP, semoga kita bisa konsisten dan terus-menerus menabur kebaikan, sebagaimana persahabatn mereka berdua ya, Sobat.

@rizaaalSaya akan menjadi salah satu sahabat Mas Rizal yg selalu mengingat kebaikan, walopun hanya lewat dunia maya.

@Cerita TuguSama-sama Pak Eko, kembali makasih atas kunjungan dan komennya.

@Muro'i El-BarezysiPPP, benar sekali, mas. Muaranya tentu rasa syukur kita kepada Allah swt. makasih, mas.

Kunjungan malam mas
maaf baru berkunjung
hapuslah kesalahan orang pada kita semudah menghapus tulisan yang terukir dalam pasir

@rizki_ris yup, begitulah filosofi tulisan di atas pasir. semoga bisa kita teladani.

subhanallah...
siang ini hari Jum'at
sedang bersiap Jum'atan
tapi, sungguh beruntung berkunjung kemari
menemukan tulisan Mas Irham yang bagus
dan penting ini; makasih banyak ya, Mas...

@Akhmad Muhaimin Azzet Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt. Makasih kembali Mas Azzet, dah menyempatkan mampir kemari sebelum Jum'atan.

seringkali spt itu,,,kdg org ga ingat begitu byk kebaikan sesorang utk dirinya, hanya krn kesalahan kecil dg tega mereka menjelekkan dan menghina org yg telah membantunya selama ini

nice post n salam kenal masbrow

@mimi RaDiAl Semoga kita tidak mudah menjelekkan dan menghina orang lain ya, Sist. Salam kenal juga. Lam persaudaraan

iya setujuuuuuuuu

mudahan smua manusia sifatny bgtuh yah..

huhuuu mrka gak pikir hehe.. aku apalagi belajar spti itu terkdang sulit. tapi indahnya jika smw lebih baik.

@Annur EL- Kareem sepakat! amin ya Rabbal 'alamin. Semoga terkabul. Dan kita adalah bagian dr org2 yg baik itu. Benar2 indah, bukan?

Back To Top