Kawanku Tidak Doyan Buah-Buahan

Siang itu saya berkunjung ke rumah Dr. Ahmad bersama seorang kawan, editor baru. Di meja pertemuan antara kami dan Dr. Ahmad tersedia aneka buah dan tiga gelas minuman, es jeruk segar.

"Mari dimakan buah-buahannya!" ajak Dr. Ahmad.

Saya meraih apel lalu memakannya sampai habis. Tetapi, kawan saya bergeming. Tak satu pun buah di atas meja itu dijamahnya.

"Lho...kenapa tidak dimakan, Mas, buah-buahannya?" tanya Dr. Ahmad.

Kawan saya menjawab, "Soalnya, saya tidak mau makan buah tiruan, Doktor?"

Dr. Ahmad mengernyitkan dahi sejenak lalu kembali bertanya, "Maksud kamu?"

"Bukankah BUAH-BUAHAN itu berarti 'tiruan buah'? Itu kan sama artinya dengan mobil-mobilan, kuda-kudaan, rumah-rumahan, dan sebagainya.

Dr. Ahmad terlihat berpikir keras. Matanya menatap jauh ke udara. Dahinya tampak tak lagi rata.
Comments
14 Comments
14 Komentar untuk "Kawanku Tidak Doyan Buah-Buahan"

kunjungan balik mas
hehehehe bener itu mas, kalo buah- buahan itu bukan buah beneran
^^

sama inyong juga sama ngga suka makan buah-buahan

hehehe
buah yang di foto itu tampak menggiurkan

@rizki_ris Hehehe... aku jadi ikutan bingung sama bahasa Indoensia yg baik dan benar. ^_^

@Cerita Tugu Tapi kalau buah beneran, tentunya lahap kan pak? :-)

@ria haya Hehehe... ternyata lebih suka foto buah daripada buah beneran. ^_^

hahahaha lucu kuwi temenmu mas..
aku suka banget loh makan buah dan sayur biar sehat..
lam kenal yahh..

@MOoooNn.... Hahaha... maklum, suka becanda Mbak. Salam kenal juga

heheehe..kalo saya suka buah, tapi buah beneran, apalagi buah tangan alias oleh-oleh , artikelnya menarik, thanks ya.

@Sweethy Ketemu lagi deh dengan Sweethy... Pastinya mampir ke sini bawa oleh-oleh kan? hehe

hahahaha.... ngakak saya...
kalo begitu teman Mas Irham juga tak suka sayur-sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan....

Akhmad Muhaimin Azzet @ Hahaha... kalau sayur, umbi, dan kacangnya beneran pasti dia juga doyan, Mas. hehe

becandanya ampe bikin yang dibecandain bingung :D

Millati Indah @ Hehehe... untungnya sang profesor tdk makin botak karena kebingungan ya, Mbak. :-)

Back To Top