Antara Bahasa Lisan dan Tulisan

Entah khusyuk atau mengantuk, yang jelas saat khatib sedang menyampaikan khutbahnya, jamaah banyak yang menunduk. Serasa tidak mau melewatkan aksi massal itu, aku pun menurunkan pandangan; menunduk. Alhamdulillah, aku tidak sampai terkantuk-kantuk. ^_^

Tema yang diangkat oleh sang khatib adalah tentang doa dan optimisme. Sebagaimana khutbah-khutbah lainnya, kali ini sang khatib pun menyampaikan beberapa dalil, dari Al-Qur’an maupun hadits Nabi saw.

“Sidang jum’at yang dirahmati Allah, dari dalil-dalil di atas dapat kita petik suatu pelajaran, bahwa sesungguhnya doa itu dapat melahirkan kekuatan batin yang luar biasa bagi kita," petuah sang khatib.
 
Entah mengapa, kalimat itu memaksa aku untuk menegakkan kepala lalu mendongak sejenak untuk menatap langit-langit majsjid, sambil berguman dalam hati, “Katanya dalilnya ada di atas, tapi kok nggak ada ya?” ^_^


gambar: rizkythea.net
Tag : Warna-Warni
Comments
6 Comments
6 Komentar untuk "Antara Bahasa Lisan dan Tulisan"

heheh..,km td tertidur sejenak kali sob... hehhe

@Lentera Langit hahaha... Nggak tertidur kok. Cuma mikir, dalil di atas tu di atas atap atau di atas mana, aku cari2 di atas nggak ada.hehe

Kunjungan sore mas
Dalil- dalilnya ada di langit- langit
silahkan dilihat mas :)

@rizki_ris makasih kunjungan sorenya mbak riris. Di langit2 jg ga ada tuh.jgn2 sdh kamu ambil ya.. Hehe

maksdx pak haji i2 adalah dalil2 sudah sy bacakan di awal2 ceramah tadi, hhehhe..., salam ukhuwah ya akhi.. *smile

@Rohis Facebook hehehe... betul. memang begitu maksudnya. cuma salah kaprah saja. karena menurut saya, bahasa tulisan perlu penyesuaian ketika diterapkan dalm bahsa lisan.

Salam kenal juga Sobat. :-)

Back To Top