Resensi : Meramal Keruntuhan Israel


Judul : Lenyapnya Israel Di Tahun 2022 M (Ramalan Al-Qur’an dan Otak-atik Gathuk)
Penulis : Bassam Nahad Jarrar
Penerjemah : Irham Sya’roni
Penerbit : Citra Risalah, Yogyakarta
Cetakan : I, Januari 2008

Menyibak kejadian yang akan terjadi di masa depan adalah otoritas Tuhan. Hanya Dialah yang mengetahui segala misteri masa depan di alam ini. Namun demikian, adakalanya Tuhan berkehendak membuka rahasia alam gaib-Nya kepada sebagian hamba-Nya yang dikehendaki. Sebagian rahasia perkara gaib itu diberitahukan kepada nabi-nabi-Nya melalui wahyu dan mimpi yang benar (ru’yah shadiqah). Bahkan ru’yah shadiqah pun adakalanya diberikan kepada manusia biasa, bukan nabi. Seperti mimpi raja Mesir yang kemudian ditakwilkan oleh Nabi Yusuf.


Nubu’at (berita atau ramalan tentang ragam peristiwa yang akan terjadi di masa depan) diberikan juga oleh Tuhan melalui tanda-tanda atau lambang-lambang tertentu yang pemecahannya memerlukan takwil (penjelasan metaforik) atau pendekatan matematik.

Inilah yang dilakukan penulis dalam buku ini. Ada dua perkara utama yang dibicarakan. Pada bagian pertama, penulis menguraikan beberapa ayat Al-Qur’an surat Al-Isra’ dengan metode tafsir analitik. Simpulannya adalah bahwa berdasarkan ayat-ayat tersebut, janji Allah untuk meruntuhkan Bani Israel akan terwujud tidak lama lagi.

Lalu, kapan itu terjadi? Untuk menjawabnya, penulis mengupasnya secara tuntas pada bagian kedua buku ini, yaitu uraian tentang alanisis ilmiah prediksi keruntuhan Israel melalui pendekatan baru, yakni pendekatan takwil matematik (al-ta’wil al-riyadli atau al-ta’wil al-raqmi). Pendekatakan menjadikan 19 sebagai angka kuncinya. Dengan angka itulah, penulis mengalikan jumlah huruf, kata, kalimat, atau angka tertentu yang diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an terutama dalam surat Al-Isra’.

Di samping itu, penulis juga menggunakan sebuah metode penghitungan klasik yang disebut hisabul jumal. Metode ini, menurut penulis, telah dikenal oleh orang-orang Yahudi dan Arab sejak dahulu kala. Perpaduan metode yang penulis terapkan menghasilkan "keajaiban" yang sebelumnya tidak pernah terbersit dalam pikiran siapa pun, yaitu ramalan bahwa keruntuhan Israel akan terjadi pada 5 Maret 2022 M.

Apa pun simpulan yang dihasilkan oleh penulis, buku ini hanyalah analisis dan penelitian manusiawi, bukan wahyu yang mutlak dan absolut kebenarannya. Kita boleh percaya, boleh pula tidak. Namun setidaknya, buku ini telah memberi sumbangan ilmiah bagi khazanah keilmuan Islam melalui penelitian yang terpadu, yakni memadukan antara tafsir normatif Qur’ani, astronomi, dan ilmu-ilmu eksak lainnya.


---------------------------------------

Tulisan ini dipublikasikan di harian Suara Merdeka pada Ahad, 24 Februari 2008.
Tag : Pustaka
Comments
0 Comments
0 Komentar untuk "Resensi : Meramal Keruntuhan Israel"

Back To Top