Terjemah Kitab an-Nurul Mubin (Bag. ke-3): Pasal 3 Kewajiban Mutaba’ah (Mengikuti) Rasulullah - Santri Nurbin

Hot

Sunday, August 30, 2026

Terjemah Kitab an-Nurul Mubin (Bag. ke-3): Pasal 3 Kewajiban Mutaba’ah (Mengikuti) Rasulullah

Setiap mukallaf wajib mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menaati sunnah beliau, dan meneladani petunjuk beliau. Allah Ta’ala berfirman:

 

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ۝٣١

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran [3]: 31)

Allah Ta’ala juga berfirman:

قُلْ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۖ فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُمِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٥٨

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raf [7]: 158)

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۝٦٥

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang engkau berikan, dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 65)

Maksudnya adalah bahwa mereka tunduk dan patuh sepenuhnya kepada keputusan Rasulullah. Allah Ta‘ala juga berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari Akhir serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Muhammad bin ‘Ali at-Tirmidzi—yang dikenal dengan nama al-Hakim at-Tirmidzi, seorang sufi dan pengarang Nawādir al-Uṣūl—menjelaskan makna ayat tersebut. Beliau bukan Abu ‘Isa at-Tirmidzi, pengarang kitab al-Jāmi’ ash-Shahih yang terkenal. Beliau berkata: “Keteladanan kepada Rasulullah adalah dengan mengikuti beliau, mengikuti sunnah beliau, serta meninggalkan sikap menyelisihi beliau, baik dalam ucapan maupun perbuatan.”

Diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashri bahwa ada sekelompok orang yang berkata, “Sesungguhnya kami mencintai Allah.” Lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31)

Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa ayat tersebut turun berkaitan dengan Ka’ab bin al-Asyraf (tokoh dan penyair Yahudi Bani Nadhir) dan para pengikutnya. Mereka berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan orang-orang yang dicintai-Nya. Kami adalah orang-orang yang paling besar cintanya kepada Allah.” Lalu Allah menurunkan ayat tersebut sebagai bantahan terhadap perkataan mereka. [] 

No comments: