إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً


Bagi saya, bekerja tanpa musik ibarat makan tanpa garam. Tidak ada asinnya sedikit pun. Memang, sudah sekian tahun saya menjadi orang Jogja ––yang kebanyakan masakannya didominasi rasa manis––, tetapi lidah saya masih dikuasai selera rasa ala Purwodadi, yang didominasi rasa asin. J

Kembali ke masalah musik, apakah Sobat Blogger juga punya kebiasaan yang sama dengan saya, bekerja sambil mendengarkan musik? Kalau sama, berarti kita sehobi.

Bagaimana dengan bulan Ramadhan ini, apakah kegemaran itu masih berjalan? Kalau saya, masih. Salah satu yang sering saya putar dan dengar adalah musik syahdu dengan lirik penghambaan yang (konon) diciptakan oleh Abu Nawas atau Abu Nuwas. Wallahu a'lam...

Sobat Blogger pasti sudah hafal bait-bait indahnya. Tetapi, tidak ada salahnya saya tulis ulang di sini.


***

وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ
إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً
Wahai Tuhanku, aku bukanlah ahli surga, tapi aku juga tidak kuat di neraka Jahim.


فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ
فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ
Maka berilah aku ampunan. Ampunilah dosa-dosaku, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa yang besar.


فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ
ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ
Dosa-dosaku laksana bilangan pasir, maka berilah aku ampunan, wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.


وَذَنْبيِ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ   
Usiaku setiap hari berkurang, sedangkan dosaku selalu bertambah. Bagaimana aku menanggungnya.


مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ     
Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang penuh dosa ini telah datang kepada-Mu dengan pengakuan atas segala dosa, dan telah memohon kepada-Mu.


فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ
فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ   
Jika Kauampuni, Engkau memanglah ahli pengampun.
Jika Kautolak, kepada siapa lagi aku harus mengharap selain kepada Engkau?




Tag : Lagu
Comments
30 Comments
30 Komentar untuk "إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً"

om, ini lagu tempat saya namanya puji-pujian klo hbs adzan maghrib.. enak lagunya om, adeemm ayyem buat ngantuk :D bgus nih lagunya di puterin untuk anak kcil kayaknya om, biar jd anak sholeh/sholeha :)

Kalau disaya mah kang, ada teman saya dia itu jebolan pesantren dia itu jago banget kang kalo untuk masalah sholawatan, karena dia tau semua jadi saya banyak belajar deh sama dia.

Benar-benar bikin adem, ayem, dan tentrem, ya, Hayy... :)
Sejuk lahir-batin.

Iya, Kang Nurul. Tapi, sekarang tidak hanya ada di pesantren, Kang. Di aktivitas remaja masjid, di kampung, kampus, dan bahkan di militer juga ada. :)

Kalau begitu mah alhamdulillah atuh kang bisa lebih luas lagi dan makin banyak orang yang mengetahuinya.

Iya, Kang. Alhamdulillah...

Wah kalau sudah denger lagu itu suka adem hati mas :) Ini lagu sangat di rekomendasikan untuk semua umat muslim ya mas :) saya berkomentar sambil mendengarkan nih mas :) hihi

Saya juga senang mendengarkannya saat kerja, Mas. :)

Dengerin lagu ini mengingatkan saya waktu masih SD kang, dimana sebelum tiba waktu adzan maghrib biasanya melantunkan lagu-lagu ini di musholla

kalo di bulan Ramadhan ini sembari nunggu buka puasa sekalian blogging saya lagi seneng dengerin sholawatan dari Ceng Zam Zam kang, oya ijin follow blognya yah :)

adem banget ya abis magrib tadarusan sampe menjelang sahur, selain makjleb pastinya dapet pahalanya juga insyaallah bakalan banyak juga...laksanain ah

Shinta ijin copy lirik lagunya ya Mas, biar bisa ikutan

Beneran adem lho Pak, bekerja sambil mendengar lantunan lagu bertema religi seperti yang ada di blog bapak, bikin suasana hati jadi tentrem :)

Liriknya bagus dan humble sekali. Suka :)

Sambil kerja, sambil terus mengingat Allah ya

Bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Rabbnya. Seorang hamba yang merasa sangat takut masuk neraka namun juga merasa nggak pantas masuk surga. Semua orang beriman pasti akan merasakan hal ini. Sangat ngejleb dihati dan langsung ingat dosa-dosa.

Kalau sekarang sudah tidak terdengar lagi di mushalla2, ya, Mas Marnes? Kalau di kampungku, masih. :)

Aku juga suka shalawatannya Ceng Zam Zam, Kang Marnes. Apalagi saat Ceng Zam Zam masih kecil dulu, suaranya khas banget. :)

Iya, Mang Lembu. Seberapa pun waktu senggang yang kita miliki, harus berdaya guna dan bernilai ibadah, ya, Mang. :)

Silakan, Mbak Shinta. Moga ikut adem mendengarkannya. :)

Alhamdulillah, adem-tenterem-ayem ya, Kang Maman. :)

Iya, Mbak Dunia Kecil Indi (DKI). Alhamdulillah kalau Mbak DKI juga suka. :)

Bener banget, Mbak Nathalia.

Bener banget, Mbak Anjar. Begitulah kebanyakan dari kita merasakannya.

Saya kalau pas berjanjen baca syair itu, tapi cuma 2 bait yang atas. Ternyata masih ada lanjutannya ya...

Sebetulnya masih ada lagi lanjutannya, Mbak. Tapi, karena lagunya aku sering aku puter cuma sampai bait itu, makanya yang aku tulis juga cuma sampai situ. :)

Hmm..selera musik diriku masih standard. Klo lagu2 agamis gitu ngertinya lagu opick, hadad alwi & sulis ama maherzain. Itu aja milih yang liricnya b.indo aja... :-)

mengiris qalbu mas ustadz .....qasdah yang sangat santun ketukan musiknya munghujam banget dengan syair yang menggetarkan langit....heeee....

Kalau aku, hampir semua jenis musik, Mbak. Cuma keroncong sama seriosa yang kurang terpikat. :)

Bikin maknyesss di hati,ya, Mas. :)

Back To Top