
Sampai
shalat berjamaah usai kami laksanakan, peristiwa apa yang senyatanya tadi
terjadi, belum juga saya ketahui.
"Bisa
jadi ada pengagum berat sang imam sehingga dia ingin bisa mendekat dan
menyentuh sang imam," kata Ust. Saiful Mehrawi, TL (Tour Leader)
kami, yang sekamar dengan saya.
Tapi,
buru-buru Ust. Saiful menambahkan, "Bisa jadi juga ada orang yang sangat
benci kepada sang imam sehingga dia merangsek mendekati sang imam untuk
membunuhnya. Tetapi, bisa jadi juga tadi itu hanya orang stres yang tiba-tiba
kumat stresnya."
Kalau
tidak salah ingat, barulah saat kami berada di Mekah, di Hotel Al Massa, Ust. Saiful
mendapat rekaman peristiwa yang sesungguhnya. Seorang lelaki bertubuh besar
--entah dari negara mana-- mencoba mendekati sang imam, tetapi buru-buru
ditahan oleh para askar (polisi/sekuriti) yang mengawal sang imam. Oleh para
askar, lelaki itu lalu ditarik menjauh dari imam dan keluar dari masjid.
Apa
motivasi lelaki itu? Wallahu a'lam. Beragam kemungkinan yang dikatakan Ust.
Saiful bisa saja terjadi.
Peristiwa
lain yang hampir serupa juga saya alami, entah berapa tahun yang lalu-- saya
lupa tepatnya. Saat itu adalah hari raya.
Sebagaimana
biasa, saya mendapat amanah untuk menjadi imam shalat sekaligus khatib. Saat
Shalat 'Id, suasana normal-normal saja. Tenang dan khusyuk. Begitu pun saat
mulai khutbah, tidak ada kejadian yang di luar kewajaran. Barulah di
pertengahan khutbah, tiba-tiba terdengar ceracau keras dari barisan lelaki di
belakang. Dengan agak bersungut, para jamaah menoleh ke arah sumber suara.
Apa yang
diceracaukan?
Namanya
juga ceracau, tentu saya tidak bisa memahami apa yang dia ceracaukan, bahkan
siapa yang menceracau pun saya tidak tahu. Yang saya tahu, suara itu bersumber
dari barisan lelaki di belakang. Itu saja.
Tidak
ingin terusik oleh ceracau itu, saya tetap tenang saja melanjutkan khutbah.
Tidak sampai satu menit, ceracau itu terhenti sendiri.
Apa yang
sebenarnya terjadi?
Wallahu
a'lam. Saya lupa menanyakannya kepada takmir atau panitia Shalat 'Id, sehingga
sampai sekarang pun saya tidak mengetahui pasti apa yang terjadi, bahkan
menjadi tidak menarik lagi untuk saya mencari tahunya.
Segala
kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja dia orang stres yang secara tiba-tiba kumat
stresnya. Mungkin juga dia menginginkan khutbah yang interaktif antara khatib
dan jamaah. ^_^ Bisa jadi juga dia mengidolakan saya sehingga berteriak-teriak
untuk mencuri perhatian saya, sama seperti kalian yang mengidolakan aktor atau
artis tertentu, tentu akan berteriak histeris saat bertemu dengan sang idola.
:P Yang jelas, tidak mungkin dia ingin membunuh saya karena umat Islam di
Indonesia sangat kesohor kesantunannya, kerukunannya, dan kedamaiannya.
Walaupun berbeda hari raya, tetap damai dan bersaudara.
*)
Selamat hari raya kurban bagi yang merayakannya hari ini. Dan, selamat berpuasa
Arafah bagi yang berhari raya esok hari. Karena saya berhari raya esok hari --maka
demi keabsahan ibadah-- Shalat 'Id, khutbah, dan penyembelihan kurban tidak
saya lakukan hari ini.
Salam
embeeekkkkk....! ;)
4 comments:
Saya juga qurban tgl 24. Ceritanya seram juga ya, harus selalu waspada, ketika sedang beribadah sekalipun.
Selamat hari raya qurban, ya, Mbak Lusi.
jadi masih kemungkinan saja yaa.. ^^
Iya, Mbak...
Post a Comment