Beberapa Pertanyaan Tentang Doa Buka Puasa

Apakah kita wajib membaca doa saat berbuka puasa?
Berdoa adalah perbuatan yang sangat mulia, sebagaimana sabda Nabi Saw,

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)[1]

Allah sangat mencintai hamba-Nya yang gemar berdoa kepada-Nya; kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Termasuk saat berbuka puasa, Allah senang sekali jika kita berdoa kepada-Nya memohon keberkahan dan kebaikan atas hidangan yang kita makan. Namun demikian, hukum berdoa saat berbuka puasa tidaklah wajib, tetapi sunnah.

Bagaimana jika kita tidak membacanya? Apakah berdosa? Karena tidak wajib, tidak membacanya tentu tidak berdosa. Namun, sayang sekali kalau kita tidak memperbanyak berdoa, termasuk saat berbuka.

Kapan doa berbuka puasa kita baca? Sebelum berbuka atau setelahnya?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa doa khusus yang berhubungan dengan buka puasa sebaiknya dibaca setelah berbuka puasa. Menurut mereka, begitulah yang lebih utama.

Dalam kitab I’anah ath-Thalibin II/279 disebutkan:

Setelah berbuka puasa disunnahkan membaca:
ﺍﻟﻠّﻬُﻢّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ
Bagi orang yang berbuka puasa dengan (minum) air disunnahkan menambah bacaan berikut:
ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّﻤَﺄُ، ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭْﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍْﻻَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ 

Yang disunnahkan membaca doa tersebut adalah orang yang berbuka puasa. Adapun maksud dari “setelah berbuka puasa” adalah setelah terlaksana ia membatalkan puasanya, bukan sebelumnya dan bukan pula saat ia berbuka.


Bagaimana jika kita membacanya sebelum berbuka puasa? Apakah berdosa?
Tidak berdosa. Karena hukum membaca doa setelah berbuka adalah sunnah, tidak wajib. Hanya saja, menurut mayoritas ulama, kurang afdhal jika kita membacanya sebelum berbuka.

Lalu apa yang sebaiknya kita baca sebelum berbuka?
Kita cukup membaca doa sebelum makan seperti biasa.

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ ، فَإِنْ نَسِيَ فِيْ أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ : بِسْمِ اللَّهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Apabila seseorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca Bismillah. Jika ia lupa menyebutnya sebelum makan, hendaklah ia membaca Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).”  (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Bismillah adalah bacaan yang sangat baik kita ucapkan sebelum melakukan perbuatan baik apa pun, termasuk makan. Satu dari dua bacaan tersebut sudah mencukupi untuk mendapatkan kesunnahan berdoa sebelum makan.

Bagaimana kalau kita baca bismillah lalu kita tambah dengan doa lain?
Bismillah adalah bacaan minimal yang bisa kita baca sebelum makan. Jika kita ingin menambahkan menjadi Bismillahirrahmanirrahim  atau menambah dengan doa-doa lain, tidaklah dilarang. Selama doa yang kita baca berisi kebaikan dan tidak bertentangan dengan syari’at Islam.

Dalam riwayat yang lain disebutkan:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ؛ فَلْيَذْكُرْ اِسْمَ اللهِ
“Jika salah seorang di antara kalian makan, maka berzikirlah dengan menyebut nama Allah.”

Intinya, sebelum makan, jangan sampai kita lewat menzikirkan nama Allah. Dengan menzikirkan nama-Nya maka kita akan senantiasa ingat dan bersyukur atas karunia-Nya. Dengan menzikirkan nama-Nya, kita pun memohon keberkahan dan ampunan dari-Nya.

Allah juga tidak pernah melarang kita memperbanyak berdoa. Bahkan, Allah sangat senang jika kita senantiasa menyebut nama-Nya dan berdoa kepada-Nya. Termasuk sebelum makan, kita boleh:
membaca tasmiyah atau basmalah saja,
membaca tasmiyah atau basmalah lalu ditambah dengan doa lain yang biasa Anda baca sebelum makan,
bahkan, andai— (andai lho, ya)—Anda tidak membaca apa-apa, tidaklah berdosa.

Apakah harus berdoa dalam bahasa Arab?
Ada doa-doa yang wajib dibaca dalam bahasa Arab, seperti doa di dalam shalat. Tetapi, ada pula—bahkan sangat banyak— doa yang tidak diharuskan dibaca dalam bahasa Arab, yakni doa yang bersifat umum.

Berdoa sebelum makan termasuk yang tidak disyaratkan harus menggunakan bahasa Arab. Dengan demikian, kita boleh membaca tasmiyah atau basmalah lalu ditambah dengan doa kepada Allah dalam bahasa apa pun.

Apakah kita akan memvonis berdosa dan sesat terhadap saudara kita yang membaca doa seperti di bawah ini?

Bahasa Indonesia

Ya Allah, berkahilah makanan kami ini sehingga menjadikan kami sehat dan kuat untuk bekal beribadah kepada-Mu.
Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu dan atas karunia-Mu, pada waktu maghrib ini saya bisa berbuka. Berkahilah makanan kami, dan ridhailah puasa kami.
Bahasa Jawa
Ya Allah, kanthi nyebut asma Panjenengan, mugi daharan punika dadosaken kesaenan kagem kula.
Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu, semoga makanan ini melahirkan kebaikan bagi saya.
Ya Allah, Gusti ingkang akaryo jagat, mugi Panjenengan luberaken berkah unju’an lan daharan kulo. Mugi Panjenengan nampi ibadah poso kulo.
Ya Allah, Tuhan yang menciptakan alam semesta, semoga Engkau meluberkan keberkahan pada minuman dan makanan saya. Semoga Engkau menerima ibadah puasa saya.
Bahasa Arab
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ
“Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami apa yang ada dalam makanan ini, dan berilah kami makan yang lebih baik darinya.”
اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, berilah kami keberkahan dalam apa yang Engkau rezekikan kepada kami, dan jagalah kami dari siksa neraka.”


Jika Anda, saudara Anda, atau kawan Anda berasal dari Sunda, Madura, Inggris, Jerman, atau lainnya, boleh-boleh saja mereka berdoa dengan bahasa daerahnya masing-masing. Karena memang begitulah keleluasaan berdoa yang sifatnya umum. Berbeda dengan berdoa yang sifatnya khusus, yakni di dalam shalat, maka tidak boleh diucapkan dalam bahasa selain Arab.
  





Lantas, doa apa yang sebaiknya kita baca setelah berbuka puasa?
Kita boleh membaca doa sebagaimana termaktub dalam Fathul Mu’in (I’anah ath-Thalibin) di atas.
ﺍﻟﻠّﻬُﻢّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕُ
ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّﻤَﺄُ، ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭْﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍْﻻَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ 

Boleh juga membaca doa lain, misalnya doa-doa Rasulullah dalam beberapa redaksi dan riwayat, yang didokumentasikan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar.

Doa Nabi Setelah Berbuka
Diriwayatkan oleh
ذَهَبَ الظَّمأُ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى
“Hilanglah dahaga, basahlah urat tenggorokan, dan tetaplah pahala InsyaAllah.”

Abu Dawud dan an-Nasai dari Ibnu Umar
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezekimu aku berbuka.”

Abu Dawud dari Muadz dan Abu Hurairah
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
“Segala puji bagi Allah Yang telah menolongku sehingga aku bisa berpuasa, dan memberiku rezeki sehingga aku bisa berbuka.”

Ibnu Sunni dari Muadz bin Jabal
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
“Ya Allah, untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rezekimu kami berbuka. Maka terimalah ibadah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Mengetahui.”
Ibnu Sunni dari Ibnu Abbas


Kesimpulan
  1. Membaca doa sebelum dan sesudah berbuka puasa adalah sunnah.
  2. Sebelum berbuka puasa, bacaan yang lebih utama kita baca adalah tasmiyah (menzikirkan nama Allah) dengan membaca basmalah, atau basmalah ditambah doa lain yang biasa dibaca sebelum makan.
  3. Setelah berbuka puasa, doa yang sebaiknya kita baca adalah doa-doa yang dibaca oleh Rasulullah (dalam redaksi dan riwayat yang berbeda-beda sebagaimana tertulis di atas). Kita boleh memilih salah satunya.
  4. Boleh juga membaca doa lain setelah berbuka, sebagaimana dilakukan oleh Abdullah bin Umar yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibn Suuni dari Ibnu Mulaikah, dengan doa berikut.                                                                                                        اللَّهُمَّ إني أسألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كل شئ أنْ تَغْفِرَ لي                 “Ya Allah, aku memohon dengan kasih sayang-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar engkau memaafkanku.”[2]
  5. Tidaklah berdosa jika kita hanya membaca Alhamdulillah atau doa biasa setelah makan. Hanya saja doa-doa di ataslah yang termaktub dalam hadits Nabi.
  6. Apabila ada saudara kita yang membaca doa di atas sebelum berbuka puasa, tak perlu kita bersikap sinis kepadanya, apalagi membid’ahkannya. Mereka hanyalah melakukan amal yang kurang utama. Bisa jadi mereka terpaksa memilih tingkatan yang kurang utama ini karena kondisi. Misalnya, dengan tujuan untuk mengajarkan doa buka puasa kepada jamaah (dalam bukber), waktu yang bisa mereka lakukan secara kompak hanyalah sebelum berbuka. Sementara waktu selesainya berbuka setiap orang pastilah berbeda-beda. Tidak bisa bareng atau bersama-sama.
  7. Jangan nodai pahala puasa Ramadhan kita dengan gemar mencari-cari kekurangan orang lain dan merasa paling benar sendiri. Apalagi terhadap hal-hal yang sama sekali tidak wajib, seperti shalat tarawih dan doa buka puasa.

  
Wallahu a’lam bish-shawab...

  
Comments
16 Comments
16 Komentar untuk "Beberapa Pertanyaan Tentang Doa Buka Puasa"

harus mantengin blog ini terus nih, bersambung terus bikin penasaran :)

Wah, seperti sinetron berseri di televisi saja, Mbak. :)

dapet ilmu baru nih :)

Sebelum berbuka cukup bismillah

Baca bismillah tentu sangat baik, ya, Mas. Baca doa apa saja jg boleh. Bahkan, tidak baca apa-apa juga tidak berdosa.

Semoga bermanfaat, ya, Mbak.

kang irham tulisan ayat suci nya sulit saya baca.
hmm klo boleh saran pake capture aja..
maklum masih cetek pengetahuannya..
tks

Itu bukan ayat suci al-Qur'an, Mas, melainkan sabda Nabi dan dhawuh ulama. Jadi, maaf tidak bisa pakai capture. Mohon dimaklumi, nggih. Apalagi pengetahuan saya tentang IT sangat cetek. Matur nuwun

hmmm
ok siiip..
sukses buat kang irham.....

Sukses juga buat panjenengan.

Lanjutkan, Pak Irham! Oh, ah. Ada 2 paragraf di atas yang terulang-ulang.

Oh, iya, Mas. Terima kasih infonya. Maklum, kemarin menulisnya disambi ini dan itu. :)

Saya sih berdoanya sebelum berbuka puasa mas. kalau udah berbuka puasa jarang berdoa mas karena lupa ataupun kekenyangan dan langsung tepar :D apa gak dosa gtu mas ?

Alhamdulillah, masih bisa dan mau berdoa, Mas. :) Tidak berdosa. :) Kalau kekenyangan, efeknya memang jadi berat, Mas. Tarawih pun terasa berat. Kalau saya, biasanya makan sedikit, habis tarawih baru lanjut lagi babak kedua. :))

Aku biasanya mau buka puasa. Nambah ilmu baru nih

Iya, Mbak, kebanyakan juga begitu. Tapi, tak apa kok, Mbak. Tidak berdosa. :)

Back To Top