Lepas dari Mulut Singa, Masuk ke Mulut Buaya

Alkisah, seorang lelaki kaya berlimpah harta menyumbangkan sekian ratus juta untuk pembangunan panti asuhan yatim piatu. Sebut saja namanya Pak Ghani. Dengan ramah, Pak Ghani menyampaikan uang ratusan juta yang tersusun rapi dalam amplop coklat kepada pengurus panti asuhan. 

Alhamdulillah, terima kasih banyak. Bapak telah memberikan bantuan untuk masa depan para yatim piatu dip anti asuhan ini. Oh ya, atas nama siapa sumbangan ini, Pak?” tanya pengurus panti asuhan.

“Tidak usah diberi nama, Pak. Saya tidak mau semua orang tahu,ujarnya sambil tersenyum bangga.

Sampai suatu ketika, peresmian panti asuhan pun dilakukan. Ada banyak undangan yang hadir di sana, termasuk Pak Ghani. Saat memberikan sambutan, pengurus panti asuhan membacakan secara terbuka sumber dana pembangunan panti asuhan tersebut. Nama-nama donator pun dibacakannya.

Alhamdulillah, telah ada orang yang berhati mulia memberikan sumbangan sebesar dua ratus juta untuk pembangunan panti asuhan ini. Semoga memberikan balasan terbaik untuknya,” ujar Pengurus panti dalam sambutannya.

Mendengar sambutan itu, Pak Ghani tak kuasa membendung rasa bangganya. Ia tebarkan senyuman terindahnya ke semua penjuru.

“Wah, hebat sekali orang itu ya, Pak. Dia sungguh berhati mulia. Sebab, di zaman sekarang ini semua orang berebut memeunculkan namanya, ee…dia malah sama sekali tidak mau disebut,desah seorang lelaki yang duduk di samping Pak Ghani.

Pak Ghani yang mendengarnya semakin bangga. Ada kebanggaan luar biasa yang menggelembungkan hatinya. “Aku hebat! Aku berhati mulia!” pekiknya dalam hati.

Inilah yang disebut dengan “lepas dari mulut singa, masuk ke mulut buaya”. Lepas dari penyakit riya’, masuk ke dalam perangkap ujub.
Tag : Hikmah
Comments
28 Comments
28 Komentar untuk "Lepas dari Mulut Singa, Masuk ke Mulut Buaya"

na'uudzubillaahi min dzaalik

jazakallaah ustadz atas nasihatnya

kalau begitu mendingan ga usah dateng ya, mencegah penyakit hati.. memang setan ada aja ulahnya

syetan bisa menggoda manusia dari berbagai macam jalan, berhati hatilah kita, kadang kita tidak sadar bahwa sesungguhnya itu adalah godaannya

makasih pencerahannya..:}

jiahhh, ini yang sering aku alami niat nolong tapi malah jadi bumerang hehehehehe . . .

Iya, juga, yaaa... Jadi inget saya sering gitu *malu*

wah iya ya, malah ke riya jadinya. menghapus pahala jadinya.

semoga kita terhindar dari hal demikian.

berarti ujub itu bangga ke diri sendiri tapi cuma dalam hatii ya ?

kata peribahasanya unik “lepas dari mulut singa, masuk ke mulut buaya”. Mungkin awalnya tidak berniat untuk membanggagakan diri tapi godaan2 meruntuhkan niat yg ikhlas, ditambah si penerima bantuan membuka jalan utk berbuat riya'

di sinilah sesungguhnya kita wajib untuk terus-menerus menjaga hati kita agar tidak terlepas dari mulut singa, tetapi malah tergelincir ke mulut biaya....

semoga kita terhindarkan dari sifat tercela itu :)

Beda tipis....sulit untuk membedakan, semoga kita terhindar dari sifat tersebt.

Wah… bagus blognya..
Isinya juga keren, cocok sebagai sarana menambah ilmu,,,

Teruslah berkarya kawan…….. salam kenal

Destur sang Daun Kering @ Wa iyyaka. Jazakallahu khairan. amin... makasih sudah berkenan mampir di sini.

ikhlas.. sebuah kata yang mudah kita ucapkan namun, susah untuk beraplikasi...

NF @ Jika memang diundang, sbaiknya tetap datang dan tetap berjuang menjaga hati, Mbak. :-)

Muro'i El-Barezy @ Benar, seringkali penyakit2 hati itu justru tidak kita rasakan keganasannya. Makasih kembali, Mas.

Sinna Saidah Az-Zahra @ Mari sama-sama belajar, berlatih, dan terus brusaha melepaskan diri dr si singa maupun si buaya. Smoga Allah membantu kita. AMin

Millati Indah @ Yuk, kita berusaha dan berjuang melawan singa2 dan buaya2 itu. moga diberi taufiq dan i'anah oleh Allah. amin

cerita anak kost @ Lepas dari riya', terperangkap ke ujub, Mas. sama2 menghapusnya. smoga kita dijauhkn dr sifat2 itu ya, Mas. amin

NiceSlide @ Amiin ya Rabb...

just copy and leave it !!! @ Iya, benar, kawan. smga qt dijauhkan darinya ya. amin

Eel Pecidasase @ Hehehe... iya, mas. awalnya dia memang berniat ikhlas tanpa mau disebut2, tp krn tak kuasa menahan godaan akhirnya gantian jatuh ke dlm ujub.

Akhmad Muhaimin Azzet @ Makanya, tdk mengherankan apabila Aa' Gym suka nyanyi Jagalah Hati ya, Kangmas. :-)

BlogS of Hariyanto @ Amiin... ya Allah...

Mas Mur @ Amiin ya mujibas-sa'ilin...

Aninda Naima @ Terima kasih, Kawan. Mari bersama2 kita bersaudara dan terus berkarya melalui media blog ini, tentunya dengan tulisan2 yg membawa kebaikan bagi semua orang. salam kenal kembali

Fajar @ Benar, mas. namun dgn usaha, perjuangan yg sungguh2, serta doa kpd-Nya, insya Allah Dia akan membantu kita untk meraihnya.

Back To Top